Site Loader

Bogor, 4 Maret 2020

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) merupakan salah satu fakultas di Institut Pertanian Bogor yang mengkhususkan diri dalam Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) yang inovatif dan aplikatif untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan, pengembangan agroindustri, ketahanan energi dan pelestarian lingkungan, dengan karakter kewirausahaan dan tetap mempertahankan nilai-nilai dinamis bangsa dan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.  Fateta memiliki empat departemen yakni Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), dan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (SIL).

Bapak Iwan Benny Purwowidodo, STP adalah alumni dari Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor Angkatan 35 Tahun 1998. Beliau merupakan salah satu sosok Technopreneur yang telah berhasil mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu-ilmu yang didapatkan semasa kuliah. Hal tersebut yang menarik Fakultas Teknologi Pertanian mengundang Bapak Iwan Benny Purwowidodo, STP dalam Kuliah Umum Mahasiswa Departemen Teknologi Industri Pertanian dengan tema “Agroindustri 4.0 Peran Generasi Muda Untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia”. Kuliah umum tersebut berlangsung di Gedung Balairung Abdul Muis Nasution yang diikuti oleh beberapa dosen dan mahasiswa semester 4 dan 6.

Banyak hal penting yang disampaikan Bapak Iwan kepada seluruh peserta bahwa generasi muda mempunyai peran yang sangat menentukan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia terutama pada bidang agroindustri. Hal yang selalu ditekankan oleh beliau adalah di era industri sekarang penguasa di beberapa sektor berasal dari industri asing termasuk sektor agroindustri. Generasi muda harus meningkatkan rasa bangga dan percaya diri akan hasil bumi di Indonesia dengan meningkatkan penerapan pengolahan hasil pertanian Indonesia secara 4.0. Contoh tindakan nyata yang telah dilakukan Bapak Iwan dihadapan seluruh peserta yaitu berdirinya pabrik kolagen sapi halal satu-satunya di Asia tenggara dan beberapa pabrik produksi yang mengolah hasil bumi Indonesia diantaranya bekatul, tepung pisang, biji kopi dan lain-lain.

Bapak Iwan Benny Purwowidodo, STP juga menyampaikan agroindustri yang telah beliau lakukan selama ini telah dikolaborasikan dengan pengembangan sebuah konsep baru tentang metodologi dasar untuk mempelajari cara kerja tubuh manusia sesuai algoritma yang disematkan oleh Sang Pencipta mulai dari aktivitas tingkat sel sampai aktivitas tingkat fisik manusia dan hubungannya dengan alam semesta yang diberi nama Konsep Karnus. Tidak berhenti disana, beliau juga mengawinkannya dengan sistem distribusi aplikatif yang didukung oleh sistem 4.0 dengan nama Toko Karnus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *