Proses terjadinya diabetes itu berlangsung secara perlahan namun bersifat progressive, sehingga seringkali pasien tidak menyadari kalau dia telah mengalami diabetes. Barulah pada saat sudah banyak keluhan dan sudah muncul komplikasi penyakit, pasien mulai memeriksakan dirinya ke dokter, dan ternyata oleh dokter pasien tersebut telah di vonis mengidap penyakit ‘diabetes’. Untuk menuju tegaknya vonis diabetes sebenarnya memerlukan waktu yang cukup panjang, bisa bertahun-tahun bahkan bisa sampai 10 tahun semenjak pasien tersebut mulai mengalami masalah fluktuasi kadar glukosa yang meninggi di dalam plasma darahnya (hiperglikemia), bergantung dengan pola hidup dan faktor lainnya.

Satu ciri khas dari penyakit diabetes adalah adanya hiperglikemia (tinggi glukosa dalam darah) yang kronis yang sudah akut pada pasiennya. Penyakit Diabetes terjadi, setelah sebelumnya berawal dari adanya hiperglikemia kronis yang berlangsung lama di dalam tubuh. Hiperglikemia adalah suatu kondisi dimana terjadinya kelebihan glukosa di dalam darah yang melebihi batas normalnya.

Kadar glukosa dalam darah yang meninggi tersebut terjadi karena glukosa tersebut tidak mampu di serap oleh sel tubuh sehingga menyebabkan glukosa menjadi menumpuk di dalam saluran darah. Mengapa sel tubuh tidak mampu secara optimal menyerap glukosa tersebut? hal ini karena adanya masalah pada reseptor sel tersebut yang mulai menurun kepekaanya terhadap hormon insulin yang bertugas untuk memberikan sinyal pada reseptor yang ada di permukaan sel untuk membuka diri dan menyerap glukosa masuk ke dalam sel.

Akibat terjadinya hiperglikemia yang berlangsung lama tersebut maka akan berdampak  terhadap terjadinya kerusakan banyak organ di dalam tubuh, mulai dari kerusakan dinding saluran pembuluh darah endotel, terjadinya hambatan di saluran darah mikrovaskular dan makrovaskular, yang selanjutnya akan berkembang pada kerusakan di berbagai jaringan organ tubuh lainnya, seperti pankreas, ginjal, usus, hati (hepar), jantung dan lainnya. Semakin lama tingkat kerusakannya akan semakin bertambah parah sehingga bisa menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ di dalam tubuh, dan menyebabkan komplikasi penyakit yang berbahaya.

Mengapa bisa terjadi hiperglikemia?

Hiperglikemia terjadi karena adanya ketidak seimbangan hormonal di dalam tubuh, khususnya hormon inkretin yaitu GLP-1, yang mengatur regulasi keseimbangan hormon insulin dan glukagon yang berkaitan langsung terhadap asupan glukosa di dalam darah ke dalam sel tubuh. Glukosa dapat masuk ke dalam sel karena adanya peran hormon insulin yang memberikan sinyal kepada reseptor insulin yang ada permukaan sel tubuh, sehingga glukosa dapat masuk ke dalam sel. Glukosa tersebut selanjutnya akan dimetabolisme di dalam sel tersebut.

Lalu mengapa bisa terjadi ketidak seimbangan hormonal di dalam tubuh khususnya hormon insulin dan glukagon?

Ketidak seimbangan hormonal bisa terjadi karena organ lambung yang memproduksi nutrisi sel dan bahan baku hormonal atau enzim tidak dapat bekerja secara optimal. Menurut Konsep Karnus, peran lambung itu sangat vital di dalam proses perbaikan atau penyembuhan berbagai penyakit degeneratif. Menurut Konsep Karnus, penyakit degeneratif seperti penyakit diabetes itu bisa muncul seringkali karena disebabkan oleh masalah organ lambung yang mengalami gangguan dalam jangka waktu yang lama.

Hormon yang mengatur produksi dari hormon insulin dan glukagon adalah hormon GLP-1 (Glukagon Like Peptide-1) yang ada di usus halus. Kadar jumlah hormon GLP-1  dipengaruhi oleh organ lambung. Sehingga apabila lambung mengalami masalah maka hormon GLP-1 juga akan mengalami masalah, yang akhirnya akan berdampak  kepada ketersediaan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam regulasi glukosa di dalam plasma darah sehingga menyebabkan terjadinya hiperglikemi.

Di tambah lagi, asupan makanan yang diterima tubuhnya terpola kurang sehat dan seimbang, Misal tubuhnya terbiasa dengan asupan bahan pangan yang tinggi karbo, tinggi lemak, makanan yang diproses terlalu lama sehingga menyebabkan terjadinya perubahan atau kerusakan pada komposisi nutrisinya, makanan yang terlalu banyak mengandung pengawet sintetis, bahan pewarna sintetis yang tidak aman, bahan pemanis sintetis yang tidak sehat, maupun bahan pangan tinggi kalori atau gula. Masalah bagaimana gangguan pada organ lambung dapat menyebabkan masalah hiperglikemia selanjutnya akan di bahas di artikel lain di website ini juga.

Di sisi lain, selain karena faktor makanan, faktor gaya hidup maupun gangguan pada fungsi organ lambung yang terlalu lama, aktivitas fisik juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya hiperglikemia tersebut, yaitu aktivitas fisiknya sangat kurang banyak, kurang berolah raga, atau malas untuk melakukan aktivitas fisi, sehingga hasil metabolisme karbohidrat yang seharusnya digunakan sebagai energi untuk melakukan berbagai aktivitas tersebut justru menjadi lebih banyak tersimpan di jaringan adipose lemak, dan menimbulkan masalah obesitas, yang selanjutnya akan berkembang menjadi masalah resistensi insulin.

Resistensi insulin inilah yang dianggap kemudian sebagai awal-mula dari munculnya masalah penyakit diabetes. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah atau glukosa dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin.

Selain karena kondisi dalam darah yang terbiasa dengan tinggi glukosa, penumpukan lemak atau kenaikan kadar asam lemak di dalam darah juga turut menggangu kinerja sel tubuh dalam menggunakan insulin. Selain itu, kelebihan lemak yang disimpan di hati dan sel-sel otot juga ternyata dapat membuat kinerja insulin menjadi terganggu sehingga sel-sel tubuh menjadi kurang respon terhadap insulin (resistensi). Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin seperti yang disebutkan di atas tersebut kalau kita telusuri sebenarnya masalahnya akan bermuara pada kebiasan pola makan yang tidak sehat dan seimbang  serta pada masalah di organ lambung yang tidak dapat berfungsi optimal dalam mengurai lemak dan protein yang masuk ke dalam sistem pencernaan.

Semakin lama, apabila tidak ditangani secara tepat, seiring dengan waktu maka kejadian resistensi insulin juga akan bertambah tinggi, yang selanjutnya akan berdampak pada kerusakan di sel beta pankreas, yaitu organ vital yang berperan dalam produksi hormon insulin. Sehingga dengan adanya peningkatan resistensi insulin dan bertambahnya kerusakan pada sel beta pankreas akan menyebabkan progresivitas keparahan dari penyakit diabetes itu sendiri.

Apabila tingkat resistensi insulinnya semakin meningkat dan kerusakan pada sel beta pankreas juga semakin bertambah parah, maka pada suatu saat, tubuh akan mengalami kekurangan hormon insulinnya secara absolut. Apabila itu terjadi maka pasien penyakit diabetes tersebutmau tidak mau  akan bergantung kepada insulin sintetis, karena organ pankreasnya sudah tak mampu lagi memproduksi insulin secara alami.

Dengan semakin meningginya hiperglikemia, maka akan menyebabkan terjadinya glikasi protein yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya stress osidatif. Secara sederhana glikasi protein adalah adanya ikatan antara glukosa dengan protein dalam darah, dalam hal ini adalah protein darah hemoglobin. Analoginya, mungkin meskipun tidak seratus persen tepat, kita bisa membayangkan bagaimana gula yang menempel pada gigi kita bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Demikian juga karena glukosa atau gula darah tersebut berikatan pada protein darah maka tentunya akan menyebabkan banyak kerusakan di dalam saluran pembuluh darah.

Stress oksidatif yang disebabkan oleh adanya glikasi protein inilah yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel endotel pembuluh darah. Sel endotel mengalami kerusakan, maka aliran pembuluh darah baik di pembuluh besar (makroangipati) maupun pembuluh darah kecil (mikroangiopati) juga akan mengalami kerusakan. Gangguan pada pembuluh darah tersebut selanjutnya akan menyebabkan masalah gangguan nutrisi di berbagai organ tubuh, yang akhirnya fungsi organ tubuh akan terganggu dan menyebabkan masalah serius berupa munculnya komplikasi penyakit diabetes, seperti gagal jantung, gagal ginjal, ulkus diabetik, stroke,  glaukoma, impotensi  dan lainnya.


Baca Juga