Dasar dari terjadinya diabetes itu karena adanya Hiperglikemia yang berlangsung sangat lama di dalam tubuh. Dan dasar dari terjadinya hiperglikemia tersebut adalah karena adanya gangguan keseimbangan hormonal yang menyebabkan terjadinya Resistensi Insulin dan Disfungsi Sel Beta Pankreas.

  1. Terjadinya Resistensi insulin

Resistensi insulin adalah terjadinya penurunan kemampuan insulin dalam merangsang sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau terjadinya penurunan respon sel target, sel organ (otot, otot jantung, jaringan lemak dan hati) terhadap konsentrasi insulin fisiologis. Resistensi insulin paling sering terjadi pada orang-orang yang mengalami obesitas. Alasannya adalah karena jumlah lemak yang berlebihan bisa menyebabkan terjadinya sekresi asam lemak bebas yang banyak sehingga mengganggu pada persinyalan reseptor insulin. Karena terjadi resistensi insulin maka Insulin menjadi tidak dapat bekerja secara optimal di sel otot, lemak, dan hati sehingga memaksa pankreas mengkompensasi untuk memproduksi insulin lebih banyak.

Selain pada orang yang mengalami obesitas, resistensi insulin juga dapat dijumpai pada orang yang mengalami gangguan toleransi glukosa, orang yang mengalami gangguan pada pada organ lambungnya yang sudah kronis dan berjalan cukup lama, orang yang mengalami gangguan metabolisme dalam jangka waktu yang lama,  dan pada anak yang orang tuanya menderita diabetes, karena adanya kemiripan DNA antara anak dan orang tuanya.

Ketika jumlah insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas sudah tidak mampu lagi untuk mengatasi peningkatan resistensi insulin yang terjadi, maka kadar glukosa dalam darah akan semakin meningkat, karena sel semakin tidak merespon terhadap keberadaan glukosa. Sehingga glukosa-glukosa tersebut tetap berada di dalam darah, tidak  bisa masuk ke dalam sel, sehingga mengakibatkan terjadinya hiperglikemia yang semakin kronik. 

Hiperglikemia kronik tersebut akan semakin merusak sel beta pankreas dan juga akan menambah memperburuk resistensi insulin itu sendiri, sehingga penyakit diabetesnya juga akan semakin bertambah parah dan progresif.

Secara klinis, makna resistensi insulin adalah adanya konsentrasi insulin yang lebih tinggi dari normal yang dibutuhkan untuk mempertahankan  tingkat glikemia yang normal. Pada tingkat seluler, resistensi insulin menunjukan kemampuan yang tidak mumpuni dari insulin signaling mulai dari pre reseptor, reseptor, dan post reseptor.

Secara molekuler beberapa faktor yang diduga terlibat dalam patogenesis resistensi insulin antara lain, perubahan pada protein kinase B, mutasi protein Insulin Receptor Substrate (IRS), peningkatan fosforilasi serin dari protein IRS, Phosphatidylinositol 3 Kinase (PI3 Kinase), protein kinase C, dan mekanisme molekuler dari inhibisi transkripsi gen IR (Insulin Receptor).

  1. Terjadinya Disfungsi Sel Beta Pankreas

Seiring perjalanan penyakit Diabetes Tipe2, telah terjadi penurunan pada fungsi sel beta pankreas dan terjadinya peningkatan resistensi insulin yang berkelanjutan sehingga munculah hiperglikemia kronik yang menimbulkan banyak dampak buruk pada fungsi organ tubuh.

Sebelum diagnosis Diabetes benar-benar ditegakkan, yaitu ketika masih berada di fase prediabetes, sel beta pankreas sebenarnya masih dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengkompensasi terjadinya peningkatan resistensi insulin, meskipun organ pankreas tersebut harus bekerja keras untuk mengimbangi terjadinya resistensi insulin. Pada saat diagnosis Diabetes sudah ditegakkan, itu artinya sel beta pankreas sudah tidak mampu lagi memproduksi insulin yang memadai untuk mengkompensasi semakin meningkatnya resistensi insulin. Biasanya sel beta pankreas yang masih normal pada fase tersebut hanya sekitar 50%. Apabila tingkat kerusakan sel beta pankreas sudah melebihi 50% maka produksi insulin pun sudah mulai tidak berjalan.

Pada tahap lanjut dari perjalanan Diabetes tersebut, sel beta pankreas yang telah mengalami kerusakan yang cukup parah itu akan digantikan dengan jaringan amiloid. Jaringan amiloid adalah jaringan agregat yang terbentuk dari protein fibril  akibat terjadinya kerusakan dan disfungsi dari jaringan protein sebelumnya dan membentuk endapan berserat pada plak di sekitar sel lama sehingga dapat mengganggu fungsi jaringan dan organ sehat disekitarnya.

Kerusakan pada sel beta pankreas tersebut bersifat progressive sehingga akan mempengaruhi pada semakin menurunnya produksi insulin yang diperlukan oleh tubuh. Apabila tingkat kerusakannya sudah semakin parah, di atas 50% maka besar kemungkinan sel beta pankreasnya sudah tidak mampu lagi untuk memproduksi insulin, sehingga secara klinis Diabetes tipe 2 tersebut telah berubah menjadi Diabetes tipe 1, yaitu terjadinya kekurangan insulin secara absolut. Pada fase tersebut, pasien akan dipaksa untuk mengalami ketergantungan kepada insulin sintetis.


Baca Juga