Penyakit degeneratif masih menjadi penyebab utama kematian secara global. Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua per tiganya disebabkan oleh Penyakit degeneratif. Peningkatan kejadian penyakit degeneratif berhubungan dengan peningkatan faktor risiko akibat perubahan gaya hidup seiring dengan perkembangan dunia yang makin modern, pertumbuhan populasi, buruknya lingkungan hidup, perilaku yang tidak sehat serta kualitas asupan gizi makanan atau minuman yang tidak baik.

 

Meningkatnya taraf hidup masyarakat, sehingga mengubah gaya hidup, juga menjadi faktor lain yang memicu terjadinya penyakit degeneratif di usia dini. Gaya hidup yang kurang baik, memakan makanan yang kurang sehat seperti junk food tentu saja bisa menyebabkan kasus penyakit degeneratif seperti obesitas, serangan jantung maupun diabetes semakin meningkat setiap tahunnya.

 

Penyakit degeneratif merupakan istilah yang secara medis digunakan untuk menerangkan adanya suatu proses kemunduran fungsi sel tubuh tanpa sebab yang diketahui, yaitu dari keadaan normal sebelumnya ke keadaan yang lebih buruk.

 

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), mengelompokan penyakit degeneratif menjadi enam kelompok penyakit sebagai berikut : Kanker, Diabetes mellitus, jantung, hipertensi, PPOK dan asma.

 

Dalam tinjauan medis modern, sampai saat ini pengobatan penyakit degeneratif seperti kanker, hipertensi, gagal jantung dan diabetes masih belum memberikan suatu solusi yang memuaskan. Umumnya para pakar kesehatan menganggap penyakit degeneratif tidak ada obatnya. Penyakit ini dianggap sebagai penyakit kronis yang berlangsung seumur hidup dan tak dapat disembuhkan.

 

Ketika seorang pasien mengidap penyakit degeneratif seperti kanker atau diabetes maka bisa dikatakan bahwa angka harapan hidup mereka menjadi berkurang. Sebuah penelitian dari Kanada menyebutkan bahwa wanita yang berusia 55 tahun dan mengalami diabetes akan kehilangan 6 tahun harapan hidupnya (Loukine, et al.2012). Bahkan angka harapan hidup akan semakin turun secara drastis apabila pasien mengalami komplikasi penyakit jantung dan stroke. American Heart Association menyatakan bahwa 68% penderita diabetes yang berusia lebih dari 65 tahun meninggal dunia akibat penyakit jantung dan stroke, justru bukan karena diabetesnya.

 

Upaya yang dilakukan para medis kepada pasien penyakit degeneratif hanyalah sebatas mengupayakan agar pasien tidak mengalami komplikasi dan tidak bertambah parah. Berbagai treatment pun banyak dilakukan terhadap pasien untuk menjaga pasien supaya tetap dapat menjalani kehidupannya secara normal. Biaya pengobatan yang mahal namun harapan kesembuhan yang masih belum pasti, membuat sebagian pasien penderita penyakit degeneratif lebih memilih metode pengobatan alternatif yang dianggap jauh berbiaya lebih murah. Bahkan beberapa diantaranya telah mengklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit degeneratif tersebut.

 

Penyebab utama terjadinya penyakit degeneratif sebenarnya adalah karena perolehan zat gizi  atau nutrisi mikro dan makro yang tidak seimbang serta makanan yang kurang sehat, sehingga mempengaruhi asupan nutrisi pada organ sel dan kinerja metabolismenya sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi sistem organ dalam tubuh.

 

Ada 2 faktor yang bisa menyebabkan terjadinya masalah dalam perolehan zat gizi atau nutrisi gizi mikro dan makro sehingga jumlahnya menjadi tidak optimal dan seimbang yaitu: Karena Faktor makanan yang kita makan dan terjadinya masalah di organ lambungnya.

 

Jumlah perolehan nutrisi yang tidak memadai maka bisa menyebabkan terjadinya penurunan daya tahan tubuh dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit degeneratif.

 

Masalah pada organ lambung bisa menyebabkan proses penguraian makanan menjadi tidak sempurna. Terutama makanan dengan tinggi lemak. Metabolisme lemak yang tidsak berjalan baik maka akan menyebabkan terjadinya penumpukan limbah lemak di dalam saluran pembuluh darah, sehingga nantinya akan menjadi masalah di dalam sistem aliran peredaran darah.

 

Selain itu, masalah di organ lambung juga akan menyebabkan proses penguraian protein menjadi asam amino menjadi tidak berfungsi. Sehingga akan mengakibatkan terjadinya masalah keseimbangan hormonal di dalam tubuh. Karena asam amino yang diperlukan dalam pembentukan hormon dan enzim menjadi tidak tersedia optimal karena adanya masalah di organ lambung.

 

Ketidak seimbangan hormonal dalam tubuh dan metabolisme yang tidak berjalan sempurna maka bisa menyebabkan terjadinya stress oksidatif di dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kerusakan di sistem jaringan tubuh.

 

Stress oksidatif tersebut selanjutnya akan memicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif.

 

Untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh stress oksidatif tersebut ternyata dapat juga melalui asupan makanan fungsional yang mengandung isoflavon yang bersifat anti radikal bebas. Karena makanan tersebut memiliki sifat fungsional, antara lain sebagai antioksidan, antikanker, hipokolesterolemik, antihipertensi, antihaemolitik, pencegahan osteoporosis, mengurangi gejala menopause, dan sebagainya. Salah satu produk makanan fungsional yang memiliki peran sebagai anti stress oksidasi diantaranya adalah AG sereal dan Algatea.


Baca Juga