Artikel

Kopi Pembangkit Stamina dan Vitalitas Seksual, Apakah Aman untuk Dikonsumsi?

    Dibaca 5567 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari oleh masyarakat, karena memiliki rasa dan aromanya yang khas. Mengandung rasa pahit, namun terasa nikmat di lidah para penggemar kopi. Apalagi kopi tersebut di campur dengan sedikit gula untuk menambah cita rasa nikmat saat diseruput dalam keadaan yang masih hangat. Selain rasa dan aromanya yang khas, kopi dikenal juga memiliki efek yang menyegarkan pada pikiran karena dapat menghilangkan rasa kantuk. Sehingga seringkali kali, kopi dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk mengusir rasa kantuk di pagi hari maupun saat bergadang karena harus melakukan suatu aktivitas tertentu.

 

Dewasa ini, kopi tidak hanya dikonsumsi untuk sekedar menemani aktivitas keseharian atau penghilang rasa kantuk saja. Namun kopi saat ini sudah banyak dikonsumsi untuk tujuan penambah stamina seksual bagi para lelaki yang ingin memuaskan hasrat seksual pasangannya. Tentu saja, kopi tersebut akan ditambahi dengan bahan tertentu yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan hasrat seksual seseorang yaitu bahan yang bersifat afrodisiak, baik yang bersifat alami maupun sintetis bahan kimia tertentu.

 

Sayangnya, banyak dari produsen kopi stamina yang nakal, dan tidak bertanggung jawab. Mereka tidak peduli terhadap keamanan dan keselamatan para konsumennya. Terbukti dengan banyaknya produk kopi stamina yang beredar di pasaran telah dicampuri dengan bahan kimia obat secara serampangan sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya.

 

Memang menjadi suatu paradoks, alasan dari para produsen kopi stamina memproduksi kopi yang dicampur dengan bahan kimia obat tersebut adalah karena ingin memenuhi keinginan konsumen berupa produk yang dapat memberikan reaksi yang cepat dan instant. Bagi kebanyakan masyarakat, produk  yang bagus adalah produk yang dapat memberikan reaksi yang cepat terhadap penyakit yang dideritanya, namun seringkali mereka kurang memperhatikan efek samping dari penggunaan bahan obat tersebut.

 

Beberapa tahun yang lalu, BPOM pernah melakukan pengambilan sampling acak terhadap berbagai produk kopi stamina  yang  beredar dipasaran. Dari 56 sampel merek produk yang di uji, ternyata ada sekitar 22 merek dari produk kopi stamina tersebut yang terbukti menggunakan bahan kimia obat yang ilegal, yaitu mengandung bahan zat aktif Viagra yakni sildenafil atau pun zat aktif Cialis yakni tadalafil.

 

BPOM memperingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk herbal atau nutrisi yang mengandung bahan-bahan tersebut karena termasuk dalam kategori zat yang berbahaya bagi tubuh. Bahan kimia obat (BKO), adalah kategori obat keras. Biasanya, di dalam obat ada takaran atau dosisnya karena kalau obat-obat itu lebih dari dosisnya, maka akan berdampak buruk pada kesehatan. Apabila masyarakat mengkonsumsi herbal yang mengandung BKO tersebut, akan mengalami risiko gangguan kesehatan serius, terutama pada lambung, jantung, ginjal, dan hati. Bahkan, bisa berujung pada kematian.

 

Sildenafil sebenarnya adalah obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi pada pria. Selain untuk impotensi, sildenafil juga digunakan untuk mengurangi tekanan di pembuluh darah arteri paru-paru (hipertensi pulmonal). Namun penggunaan bahan obat ini harus melalui resep dari dokter. Tidak boleh digunakan secara sembarangan.

 

Sildenafil bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis selama  rangsangan seksual sehingga menyebabkan ereksi. Dalam mengobati hipertensi pulmonal, sildenafil bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah di paru-paru agar darah dapat mengalir dengan mudah.

 

Sedangkan bahan aktif Tadalafil adalah bahan obat untuk mengatasi impotensi atau disfungsi ereksi. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gejala pembesaran prostat (BPH), seperti sulit buang air kecil dan nyeri atau rasa tidak tuntas saat buang air kecil. Sama dengan sildenafil, penggunaan bahan obat tadalafil juga harus melalui resep dokter.

 

Tadalafil bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis, sehingga ereksi dapat terjadi dan bertahan lebih lama.

 

Kedua bahan obat tersebut tidak boleh digunakan secara sembarangan karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi tadalafil adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri ulu hati, heartburn, atau sakit perut
  • Diare
  • Mual
  • Sensasi rasa panas di sekujur tubuh (hot flush)

 

KOPILOVE, KOPI STAMINA BEBAS BAHAN KIMIA BERBAHAYA. BELI SEKARANG!


Sebenarnya, secara alamiah kopi sendiri faktanya sudah mengandung suatu zat aktif yang  bermanfaat untuk vitalitas tubuh. Kandungan kafein dalam kopi dipercaya dapat mengatasi masalah disfungsi ereksi alias impotensi pada pria. Sebuah studi yang dilakukan oleh david S.Lopez, Dkk (2015) membuktikan tentang efek kopi dalam mengatasi disfungsi ereksi.

 

Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa pria di atas 20 tahun yang minum kopi 2 hingga 3 cangkir sehari cenderung terhindar dari masalah disfungsi ereksi. Belum diketahui secara pasti bagaimana kafein berpengaruh pada kemampuan pria dalam berereksi, namun kopi diyakini efektif untuk membuat pria lebih tahan lama dalam berhubungan intim. Kopi membantu aliran darah lebih lancar mengalir ke penis dan menyebabkan ereksi.

 

Meskipun kopi sendiri sebenarnya sudah mengandung zat aktif yang berperan dalam menjaga kesehatan seksual, namun produk kopi yang dikombinasikan dengan bahan nutraceutical lainnya yang juga mengandung afrodisiak tentunya dipercaya akan menambah efektifitas manfaat dari produk kopi penambah stamina itu sendiri, selama bahan nutraceutical afrodisiak tersebut masih bersifat alami dan terbukti aman.

 

Namun sesuatu yang perlu di pahami adalah tentang mekanisme kerja dari bahan nutraceutical yang bersifat alami, baik itu untuk tujuan afrodosiak maupun bukan, tentu saja akan berbeda dengan mekanisme kerja dari bahan kimia obat.

 

Jika obat-obatan kimia bekerja langsung pada target rasa sakit, sehingga membutuhkan waktu yang sebentar untuk menyembuhkan. Tapi berbeda dengan bahan nutraceutical alami, yang justru bekerja pada seluruh jaringan. Selain itu, obat kimia kebanyakan penyembuhannya bersifat sementara, atau bahkan hanya mengurangi gejala rasa sakit. Sedangkan bahan pangan nutraceuticalitu bersifat memperbaiki jaringan yang rusak.

 

Oleh karena itu, waktu kerja dari produk nutraceutical tentu tidak akan bisa secepat bahan kimia obat, karena bahan pangan nutraceutical akan memperbaiki pada keseluruhan jaringan yang mengalami kerusakan. Artinya Kalau menggunakan nutraceutical secara jangka panjang akan menyembuhkan penyakit tersebut sampai pada akar permasalahannya, sedangkan penggunaan bahan kimia obat, hanya sekedar untuk menghilangkan gejala saja namun belum mampu menyembuhkan penyakit sampai pada akar masalahnya.