Permasalahan yang di timbulkan karena munculnya pandemik Covid-19 sudah sangat banyak sekali. Mulai dari masalah gangguan kesehatan yang mengancam pada kematian, masalah ekonomi masyarakat, bahkan sampai pada masalah sosial dan politik. Sudah banyak korban kematian di berbagai wilayah, bukan hanya di Indonesia saja bahkan hampir di seluruh penjuru dunia. Hampir setiap hari kita mendengar berita duka, dari saudara kita, sahabat-sahabat kita. Bahkan berita di televisi atau pun media sosial seperti youtube juga banyak yang memberitakan tentang korban kematian dari Pendemik covid-19 ini.

 

Banyak sektor usaha yang sudah terkena imbasnya, mereka mengalami kemunduran, mulai dari industri, pariwisata, perhotelan, perdagangan, dan bahkan sektor UKM. Ekonomi di berbagai penjuru dunia sebagian besar mengalami kelesuan bahkan nyaris mengalami kemacetan yang parah.  Ditambah lagi dengan banyaknya para politikus yang memanfaatkan situasi pandemik ini untuk kepentingan diri dan golongannya. Menambah situasi pandemik menjadi tidak menentu.

 

Adanya pro dan kontra pandemik covid-19 juga telah melahirkan banyak konflik horizontal di tengah masyarakat, bahkan konflik antara masyarakat dengan pemerintah. Konflik tersebut semakin bertambah parah seiring dengan banyaknya orang pintar yang saling bersilang pendapat di media berita atau media sosial. Sehingga  masyarakat menjadi semakin bertambah bingung dalam menanggapi pandemik covid-19 ini.

 

Saat ini banyak sekali berita hoax dan fakta yang beredar di tengah masyarakat tentang masalah pandemik covid-19 ini, sehingga keadaan menjadi semakin tidak jelas.  Di tambah lagi dengan adanya perang pendapat para ahli tentang masalah Covid-19 di sosial media. 

 

Masalah pandemik covid-19 ini merupakan suatu ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kita semua. Tapi ujian kita dalam menghadapi infeksi virus ini bukanlah seperti ujian S1, S2 ,S3 atau ujian sekolah kita yang lain. Dimana kalau kita tidak lulus dalam ujian tersebut, kita masih bisa mengulangnya kembali lagi di lain waktu nanti. Tapi kalau ujian bagi pasien yang menderita covid-19 itu adalah ujian antara hidup dan mati. Jadi hasil pembelajaran kita dalam menyikapi serangan infeksi virus covid-19  akan diuji pada ujian nyata seperti ini. Oleh karena itu kita harus bijak dan tepat dalam menghadapi masalah pandemik covid-19 tersebut, agar kita dan keluarga termasuk orang yang selamat dari bencana covid-19 ini.

 

Menurut Bapak Iwan Benny Purwowidodo, selaku founder dari konsep karnus, ada 6 tahapan pemahaman ilmu yang perlu di siapkan agar bisa sukses dan selamat dalam menghadapi serangan infeksi virus covid-19 maupun serangan infeksi patogen lainnya, yaitu:

 

  1. Pemahaman tentang virus atau pathogen itu sendiri.
  2. Pemahaman tentang tubuh manusia sebagai objek yang di infeksi oleh pathogen berbahaya
  3. Pemahaman tentang suatu senyawa yang digunakan sebagai sarana komunikasi antara virus dan manusia, yaitu senyawa gllikoprotein
  4. Pemahaman tentang bagaimana skema virus bermutasi dan menginfeksi tubuh manusia.
  5. Pemahaman tentang respon sistem imun tubuh kita dalam menanggapi serangan infeksi virus
  6. Pemahaman tentang strategi cara untuk berperang melawan serangan infeksi virus yang berbahaya, yang tercakup dalam Garis Besar Haluan Perang Melawan Virus atau GBH-PMV.

Kesemua tahapan tersebut akan dijabarkan secara rinci dalam bab-bab artikel selanjutnya.

 

Bagaimana cara Virus Covid19 menginfeksi tubuh manusia?

Untuk bisa menginfeksi tubuh manusia, maka virus harus memiliki kesamaan bahasa komunikasi dengan sel reseptor yang akan diinfeksinya. Bahasa komunikasi tersebut adalah melalui senyawa glikoprotein, sel tubuh kita dan juga virus sama-sama memiliki senyawa glikoprotein, dan untuk kasus virus covid-19, dia kakan menginfeksi melalui jalur reseptor sel yang bernama ACE2 dengan spike yang dimilikinya. 

 

Virus covid ini akan mencari sel yang mempunyai reseptor ACE2. Setelah mendapatkan target sel sasarannya, maka virus covid-19 tersebut akan mulai mendekat dan melekat pada ACE2  melalui suatu alat yang bernama spike.

 

Dimana sajakah letak ACE2 pada manusia?

Reseptor ACE2 banyak sekali terdapat  pada sel paru-paru, sel pencernaan, pembuluh darah, sel jantung dan lain-lain. Apakah tandanya? yaitu sel yang memiliki kemampuan untuk mengkerut dan melebar. Kalau bisa mengkerut pasti bisa melebar. Semua kehidupan ini, seperti kalau dalam bahasa Cina itu adalah Ying  dan yang, ada hitam dan ada putih, pasti ada pasangannya. Semuanya saling berpasang-pasangan agar terjadi keseimbangan, jadi pembuluh darah bisa mengkerut pastinya bisa melebar. Kalau mengkerut terus pasti akan terjadi banyak hal yang tidak diinginkan. Demikian juga kalau melebar terus pasti juga akan menimbulkan masalah yang tidak kita inginkan. Karena tubuh sudah berada dalam ketidakseimbangan, dan itu berarti menjadi pertanda adanya masalah yang besar dalam tubuh manusia.

 

Lalu dampak kerusakan apakah dalam tubuh kita yang dapat timbul akibat adanya infeksi virus covid19 yang menyerang tubuh kita melalui reseptor ACE2 ?

ACE2 adalah singkatan dari Angiotensin converting enzim 2. yaitu enzim yang mengkonversi angiotensin 2. Enzim yang yang memotong atau merubah. Lalu apa yang dirubah ACE2?  

Nah sekarang Coba kita pelajari secara garis besarnya.  Ada organ ginjal dan organ liver, liver ini akan membuat atau memproduksi angiotensinogen.  Yang  memproduksi bahan baku atau calon hormone angiotensin II. Targetnya siapa ?

 

Targetnya yaitu sel pembuluh darah.  tapi sel pembuluh darah ini hanya bisa menerima angiotensin2.  Nah ini, ingat dari liver angiotensinogen saja, tapi yang diminta oleh reseptor sel paru-paru, pembuluh darah, dan jantung itu adalah angiotensin2.  Berarti harus dirubah terlebih dahulu.

 

Dari liver akan ketemu enzim renin, dari ginjal akan merubah angiotensinogen menjadi angiotensin 1 kemudian angiotensin 1 akan dirubah lagi di paru-paru oleh ACE  menjadi angiotensin2.  inilah yang akan masuk, diterima oleh sel yang mempunyai reseptor ACE2.

 

Apa peran dari angiotensi 2 ini ? Tugasnya angiotensin 2 itu memerintahkan “hei sel paru-paru kamu segera mengkerut”. Maka sel paru-paru pun mengkerut.

Nah bayangkan jika ada 10 perintah untuk mengkerut, dan dihitung oleh tubuh kalau ke sepuluhnya itu mengkerut semua maka paru-paru tidak akan bisa mengembangkan.

Begitulah makanya di sini ada kopling yang bernama ACE2,  dia mengkopling reseptor ace2 ini.  jadi ACE  Ini merubah satu menjadi dua.

Kemudian begitu ada ACE2 ini, maka katakanlah ada 10 angiotensin ini, yang dirubah oleh ACE2 ada lima misalkan, sehingga hanya lima yang diterima oleh sel yang akan mengkerut.

 

Analoginya, saat anda sedang mengendarai sebuah mobil begini, kemudian anda akan melajukan mobil tersebut. Anda pun meningkatkan volume gas mobil tersebut, dengan menginjak pedal gas-nya. Tiba-tiba saat mobil anda sedang melaju kencang tersebut, ada orang yang mendadak menyebrang di depan,  sehingga anda akan menabrak orang tersebut apabila anda tetap melajukan mobil anda itu. Maka supaya anda tidak menabrak orang tersebut, maka cara yang paling gampang adalah dengan cara menginjak pedal koplingnya sehingga mesin mobilnya tidak lagi menjalankan roda mobil anda. Sehingga fungsi mesin untuk menggerakan roda mobil pun menjadi tidak berfungsi. Meskipun  anda menginjak pedal gas sekencang apapun, mobil andaber itu tidak akan jalan.  Itulah  tugas angiotensin converting enzyme2, adalah untuk mengkopling.

 

Lalu apa yang terjadi juga jika ACE2 ini di kuasai oleh virus?  

Mungkin bisa kita bayangkan saat kita mengendarai mobil  manual tapi koplingnya mengalami kerusakan parah sehingga tidak berfungsi.  Apa yang akan terjadi? Ya mobil tersebut akan terus jalan,  mesin mobil tersebut akan  terus berputar tanpa henti dan mentransmisikan energinya kepada roda untuk tetap berputar. Karena tidak ada yang membypass kekuatan dari mesin tadi.

 

Demikian juga pada mereka yang terkena covid19,  karena sebagian besar ACE2 nya sudah dikuasai oleh virus covid-19, maka menyebabkan organ paru kesulitan untuk mengembang, dia hanya mampu mengkerut saja, demikian juga dengan pembuluh darah juga akan mengalami masalah dalam melakukan  vasokontriksi dan vasodilatasi. Gangguan tersebut akan  menyebabkan denyut jantung menjadi naik dan tensi juga akan naik, paru-paru juga sulit untuk menerima oksigen, karena dia mengkerut terus tidak bisa mengembang. Makanya pada pasien covid-19 yang parah, pasien tidak hanya mengalami gangguan sesak pernafasan saja namun juga mengalami masalah dalam sistem peredaran darahnya. Yaitu terjadinya penggumpalan dan pembekuan aliran darah. Yang akhirnya akan semakin menambah keparahan dari kerusakan yang ditimbulkan oleh infeksi virus covid-19 ini dan menyebabkan pada kematian.

 

Lalu apakah ada solusi untuk mengatasi serangan infeksi virus covid-19 ini?

Tentu saja ada, silahkan simak terus bagaimana cara mengatasi serangan infeksi virus covid-19 pada kajian selanjutnya secara lengkap sampai akhir di website Konsepkarnus.com

 

 


Baca Juga