Karena yang di serang oleh virus ini adalah tubuh manusia, maka mau tak mau kita harus coba pahami tentang hakekat dari manusia. Nah menurut konsep karnus manusia itu apa sih ?

Manusia adalah organisasi sekian triliun sel. Ingat ya, organisasi dari sel akan membentuk organisasi jaringan sel terlebih dahulu, jaringan sel tersebut kemudian akan membentuk organ, organ akan membentuk sistem tubuh manusia. Di sistem inilah Sang Pencipta menyematkan undang-undang dasar dalam DNA tubuh kita, kemudian akan di derivat-kan ke dalam undang-undang berupa hormon dan sejenisnya.

Manusia itu pasti ada pergantian sel-sel. Ada sel yang mati dan secara alamiah tubuh semestinya mampu untuk bisa mengganti sel-sel yang mengalami masalah tersebut. Untuk menggantikan sel yang mati, maka membutuhkan nutrisi. Namun perlu di pahami bahwa sel kita ini tidak doyan dengan makanan yang masuk ke tubuh kita, tapi tentu saja untuk bisa melakukan regenerasi sel tersebut, tubuh membutuhkan nutrisi sel yang khusus, yaitu nutrisi yang dibisa di rubah untuk bisa menjadi energi kehidupan, juga untuk menjalankan fungsi kerja sel dan regenerasi sel. Jadi itu adalah poin pentingnya.

 

 

Berikut adalah siklus nutrisi dan energi di dalam tubuh manusia :

 

 

Jadi ini adalah makanan yang masuk ke mulut kita, kemudian diproses dilambung, di usus. Kalau makanan tersebut gagal diproses di organ lambung maka makanan tadsi hanya jadi feses, atau ampasnya menjadi feses. Mulai dari sistem pencernaan sampai bisa masuk ke dalam sel, tentu ada yang mentransportkan. Yang mentransportkannya tersebut adalah darah, otomatis dalam skema ini kita bisa melihat, apakah mungkin darah itu membawa nasi yang kita makan? apakah mungkin darah membawa rempeyek? Jawabnya tidak mungkin. Berbagai makanan yang kita makan tersebut otomatis harus di rubah terlebih dahulu ke dalam bentuk yang bisa di bawa oleh sel darah. Makanan yang berupa karbohidrat harus di rubah terlebih dahulu menjadi suatu zat yang mudah dibawa oleh darah, yaitu berupa molekul glukosa. Nah ujung ujungnya adalah sel itu sebenarnya maunya makan apa?

Kita makan karbohidrat tapi sel maunya adalah glukosa. Jika kita tambahkan protein pada daging, atau telur, ternyata sel maunya berupa asam amino. Jika makanannya mengandung minyak atau lemak, maka yang dinginkan sel adalah berupa asam lemak dan gliserol. kemudian jika dalam makanan kita ada mineralnya misal dalam sayuran, maka sel maunya dalam bentuk ion bebas.

Nah zat-zat ini hanya bisa didapatkan oleh sel, jika lambungnya dapat berfungsi dengan baik. Lambung berfungsi dengan baik, dengan catatan asam lambungnya harus bagus, harus kuat asamnya, tidak boleh netral.

Nah disini kita bisa simulasikan, saat kita makan suatu makanan, kemudian lambungnya dinetralkan dengan obat maag dan obat penetral asam lambung, maka otomatis, misalnya kita membutuhkan menu makanan sebanyak 2065 kcal, karena manusia ini sering menetralkan lambungnya, jika asam lambungnya dinetralkan maka energi yang diterima oleh sel ini ternyata cuman 1058 kcal padahal telah disiapin 2655 kcal, yang didapatkan cuma 1578 kcal, atau lebih kecil. Apa yang akan terjadi? padahal dibutuhkannya untuk sel berapa?

 

 

Misal kebutuhan kalorinya adalah 2200 kcal, disiapkan bahan makanan yang mengandung sekitar 2655 kcal, namun yang didapatkan cuma 1578 kcal sehingga tubuh masih kekurangan kalori. Apa yang akan terjadi? Sel akan menjadi sangat lemah dan banyak yang mati. Sel lemah maka lambat merespon kuman dan lambat mengenali kuman sehingga mudah terjadi badai sitokin. Jadi itulah rentetannya.

Jadi kita boleh memisahkan antara “oh ini, sel imun itu tidak butuh nasi tidak demikian harusnya, karena sel imun juga merupakan tentaranya sel. Pastinya sel imun juga membutuhkan nutrisi.

Seperti layaknya tentara, tentara ini kalau tidak diberi makanan apakah mungkin dia bisa menjadi kuat saat berperang? itu analoginya, jadi kita pastikan bahwa sel-sel imun kita ini harus mendapatkan makanan sehingga dia bisa melakukan tugasnya dalam mengamankan seluruh sistem tubuh kita.

 

 

 


Baca Juga