Sebelumnya sudah kita sampaikan bahwa manusia itu terdiri dari sekian triliun sel. Bayangkan, kita hidup di negeri ini, bertetangga. Apakah kita akan diam saja dan tidak berkomunikasi dengan tetangga kita? Tentunya tidak seperti demikian.

 

Sel juga melakukan komunikasi dengan antar sel. baik dengan tetangganya maupun dengan sel imunnya. Seperti kita yang melakukan komunikasi dengan tetangga kita sendiri atau berkomunikasi dengan satpam dan polisi. Jadi seperti itu komunikasinya.

 

Nah setiap sel tubuh manusia mempunyai reseptor untuk menerima sinyal komunikasi, kalau dalam kehidupan kita sehari-hari, kita punya mulut bisa komunikasi. Jadi mulut ini adalah reseptor. Cara ngomong, telinga juga reseptor untuk menerima bahasa dari lawan komunikasinya. Sel mempunyai reseptor sekaligus dia bisa melontarkan sinyal. Nah reseptor dari sel itu terbuat dari glikoprotein. Lalu apa bahasanya? ada hormon, ada sitokin, senyawa agonis dan sebagainya. Jadi kalau kita gambarkan, ini adalah sel.

 

 

Apabila kita perbesar gambar selnya tersebut, maka yang di beri garis panah adalah kulitnya sel. Di kulit sel tersebut telihat ada banyak reseptor sel.

 

Secara sederhana kita dapat nyatakan ke dalam bahasa yang mudah dimengerti yaitu: bahwa sel itu bisa berbicara dengan tetangganya maupun dengan aparat pengamannya bahkan berkomunikasi dengan musuhnya sendiri. Poinnya adalah bahwa sel itu mampu berbicara dan melakukan komunikasi.

 

 

Gambar di atas adalah gambar sel paru-paru yang di perbesar, sehingga bentuknya menjadi seperti itu. Harus di ingat, di sel paru-paru itu ada yang namanya reseptor sel. Di sini ada dua contoh reseptor sel yaitu reseptor CLR dan TLR.

 

Reseptor itu seperti mulutnya sel, yang berfungsi untuk melakukan komunikasi antar sel. Reseptor karena bisa menerima sinyal, maka dia bisa dianggap sebagai indranya sel, alias panca inderanya sel.

Pada gambar di atas, bagian yang di lingkari itu adalah gambar kuman. Kuman ini ada yang berupa bakteri, virus, parasit, yiest atau yang lainnya. Nah kuman ini ini bisa mengeluarkan suatu sinyal yang istilahnya, dalam bahasa biologi di namakan PAMPS, alias Pathogen Associated Molekuler Paterns.

 

Jadi, patogen itu mempunyai karakter seperti kita, saat kita bertemu dengan seseorang yang mencurigakan, kemudian dalam fikiran kita mungkin timbul suatu pertanyaan apakah orang ini baik ataukah orang jahat. Dengan melihat gerak-gerik dari orang yang kita curigai tersebut, mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa orang tersebut adalah orang baik atau orang jahat.

 

Nah sinyal yang dikeluarkan oleh seseorang yang diterima oleh kita tadi, itulah menjadi PAMPS. Jadi sel kita ini sebenarnya mengenali bahwa zat asing tersebut adalah suatu patogen atau bukan. Meskipun sudah mengetahui bahwa itu adalah suatu patogen tapi belum sampai tahu, itu patogen jenis apa.

 

Nah dimata sel paru-paru dan semua sel kita, indra untuk mengenali itu semua dinamakan sebagai PRRS atau Pathogen Recognition Reseptors. Artinya sel itu bisa mengenali apakah itu patogen atau bukan dengan cara mengenali ciri-ciri PAMPS-nya itu.

 

Kita coba skenariokan, bahwa virus ini adalah patogen, kemudian dia masuk ke dalam sel. Virus tersebut masuk melalui reseptornya. Sekarang kita lihat apa yang terjadi pada saat virus tadi masuk ke dalam sel paru-paru?

Ini hanya sekedar contoh. Yang kita jadikan contoh disini adalah sel paru-paru. Sebenarnya ini berlaku untuk semua sel yang lain, cuman kita ambil satu contoh pada sel paru, agar pembahasannya lebih mengkerucut.

 

Pertama, sel ini akan mengeluarkan DAMPS. Analoginya, misal kita dipukul orang, apa yang akan terjadi ?

Kita kemungkinan akan minta tolong, berteriak tolong tolong tolong.. tolong…” itu namanya DAMPS. Sel ini akan mengatakan bahwa dia adalah sel yang diserang oleh virus. Sel ini kemudian akan mengeluarkan suatu interferon, yaitu golongan dari sitokin, yang berfungsi sebagai sinyal. Sel mengeluarkan interferon untuk memberi tahu tetangganya kalau dia telah terserang oleh suatu patogen. Eh aku diserang virus ini”.

 

Setelah mendapat pemberitahuan, sel tetangganya kemudian akan melakukan apa? Mereka akan melakukan perlindungan diri atau Protection, dengan cara membuat lendir dan mengeluarkan sIgA.

sIgA itu adalah antibodi A yang dikeluarkan di mukosa dalam sel paru-paru, bagian epitel. Do protection, makanya saat kita ini terserang kuman, kita akan mengeluarkan ingus. Apabila kita bisa seperti itu, maka bersyukurlah berarti ada proteksi di situ. Jadi ingus kita itu, adalah sebenarnya adalah bagian dari proteksi diri, untuk menangkap virus dan memburunya, tapi kalau masih punya kesempatan. Kalau sistem imun kita kuat, mungkin akan selesai sampai tahap itu, virus tidak akan bisa masuk karena ditangkap oleh sIgA.

 

Di belakang sel yang terinfeksi ini, Allah telah menyematkan sesuatu di bagian ujung saraf sel. Sehingga pada saat sel tersebut terkena infeksi virus, maka dia akan men-trigger timbulnya histamin. Sehingga tubuh akan merasakan rasa sakit, dan mulai mengalami demam, itu adalah salah satu peran dari histamin.

 

Nah kemudian pada sel yang sudah terinfeksi tersebut, selanjutnya apa yang akan dilakukan ole sel? Sel akan melakukan autopagi. Yaitu respon pertahanan dari dalam sel sendiri yang disebut autopagi. Tapi autopagi ini bukan autopagi yang sering kita dengar akhir-akhir ini yang berkaitan dengan diet ketok, atau membuat sel kita menjadi lapar. Di situ ada suatu kesalahan yang lumayan fatal. Ini adalah autopagi pada saat kita terserang oleh virus.

 

Demikian juga dengan sel imun, yaitu makrofag. Di sel paru-paru juga terdapat sel imun yang berpatroli, yang bernama makrofag. Dia mempunyai PRRS, dan juga mempunyai sinyal. Masyarakat sipil saja memiliki sinyal, memiliki kemampuan mendeteksi bahwa itu kuman atau bukan, apalagi dengan polisinya sel, pastinya dia akan mempunyai sinyal juga yang bisa untuk mendeteksi keberadaan patogen, maka dia akan mengetahui kalau ada infeksi di dalam sel. Demikian juga dia bisa melihat kalau ternyata ada suatu kesalahan di dalam jaringan sel karena sel paru-paru yang tadi terkena infeksi, akan mengeluarkan sinyal DAMPS untuk meminta pertolongan pada sel sekitarnya.

 

 

 


Baca Juga