Infeksi serangan bakteri, virus, parasit, yiest itu sebenarnya dapat dikenali oleh sel imun kita, karena sel yang terinfeksi tersebut mengeluarkan suatu sinyal molekul, yang bisa terdeteksi oleh reseptor sel kita. Sehingga sel imun kita dapat mengenali keberadaan patogen yang menginfeksi sel kita. Sinyal molekul tersebut bernama DAMPS atau Damage-associated molecular pattern. DAMPS adalah Pola molekuler yang terkait dengan kerusakan yaitu molekul di dalam sel yang merupakan komponen dari respon imun bawaan yang dilepaskan dari sel yang rusak atau sekarat karena trauma atau infeksi oleh patogen. Sinyal DAMPS tersebut ditangkap oleh reseptor sel imun kita yaitu PRRS atau Pattern Recognition Receptors. PRRS adalah Reseptor Pengenal Pola yang memainkan peran penting dalam fungsi yang tepat dari sistem imun bawaan. PRRS adalah sensor inang yang disandi untuk mendeteksi molekul khas dari suatu patogen

 

PRRS itu terdiri dari beberapa macam seperti : TLR, CLR, NLR, dan RLR. Mereka ada didalam kulitnya sel dan juga ada dalam sitoplasma.

Nah yang di dalam inilah itu sensor yang akan bertugas untuk autopagi.

 

Jadi pada saat kita di luar, kita punya sensor. Juga pada saat virus sudah masuk ke dalam sel target, sebenarnya kita masih memiliki satu kesempatan lagi. Jadi ketika virus berhasil masuk ke dalam sel dan berhasil menginfeksi, maka sel masih mempunyai satu kesempatan terakhir untuk mempertahankan diri yaitu dengan jalan autofagi. Seperti apa analoginya autopagi itu?

 

Analoginya adalah jika kita bertemu seorang yang jahat kepada kita, kita mungkin akan menghindar apabila masih mampu untuk menghindar. Tapi jika kita tidak bisa menghindar dan dia sudah mendekati kita, kemudian memukul kita, sebenarnya masih ada satu kesempatan lagi yaitu dengan cara membalasnya dalam pertarungan, atau autopagi. Jika Autopagi ini gagal maka virus akan berhasil bereplikasi atau apabila virusnya terlalu lama ketahuan oleh sel imun, maka sel kita akan mengalami banyak kerusakan sehingga sel yang terinfeksi tersebut akan dimakan oleh sel imun kita sendiri, seperti oleh makrofag dan lain lain.

 

Untuk melakukan autopagi itu membutuhkan Energi. Oleh karena itu jangan sampai  tindakan kita justru malah memperkecil energi, dengan menghambat asupan nutrisi ke dalam sel. Oleh karena itu sangat memastikan kalau sistem pencernaan dalam keadaaan optimal, terutama pada organ lambung.

Melakukan autopagi itu membutuhkan ATP karena pekerjaannya adalah membunuh bakteri atau virus yang masuk dalam sel kita, itu bukan pekerjaan yang mudah seperti saat kita di pukul orang dan kita harus membalasnya. Untuk membalas itu akan membutuhkan energi, bayangkan saat kita belum makan terus dipukul, maka untuk membalas memukul lawan tadi mungkin kita akan kewalahan untuk melawannya, karena untuk melakukan perlawanan tersebut, kita membutuhkan energi yang cukup.

 

Materi autopagi ini juga mencakup pembahasan tentang skenario hukum sel imun dalam melawan virus.

Apakah Autopagi itu?

Autopagi adalah fitur daur ulang dalam sel, jadi awalnya adalah untuk daur ulang, tapi juga bisa untuk sistem pertahanan diri.

Jadi pada saat kita kelaparan, misal pada saat kita sedang berpuasa, maka sel tadi diperbolehkan oleh sang Maha Pencipta untuk merubah semua komponen yang ada di dalam sitoplasmanya, atau yang ada di gudang selnya untuk menjadi makanan, yang kemudian dibakar oleh mitokondria. Jadi di dalam sel juga terjadi pembakaran yaitu di mitokondria. Yang kedua jika ada organel, organel itu adalah organnya sel. kalau organnya manusia itu seperti jantung, paru-paru, kalau organ sel hanya organel yaitu ada ribosom, ada mitochondrial dan lain-lain. Jika ada yang rusak maka skema autofagi ini, akan menggiling dan akan mengganti dengan yang baru, itu adalah autopagi. Dan terakhir adalah jika ada virus yang masuk, dan bereplika RNA-nya. Jika autopaginya kuat, sehingga dia tahu bahwa itu adalah virus, maka dia bisa menghentikan terjadinya replika virus tadi dengan autofagi. Cuma ada bedanya kalau autopagi untuk menghentikan replika virus itu butuh energi, tapi kalau autopagi untuk mendegradasi sitoplasma, itu pada saat sel sedang mengalami kelaparan. Jadi jangan sampai kejadian saat kita perang melawan virus malah kita bikin sel kita justru dalam keadaan kelaparan. Jangan sampai seperti itu karena itu sangat berbahaya.

 

Jadi pada saat autopagi untuk menghancurkan kuman yang masuk ke dalam sel, ingat autopagi ini terjadi di dalam sel. Kuman sudah masuk dalam sel, autopagi tetap didalam sel, maka dia akan membutuhkan ATP, atau energi sel.

 

Pada saat ada infeksi masuk, maka akan mentriger PRRS. PRRS kemudian akan mentriger terjadinya autofagosom, dan akan mengakibatkan lisosom, yang di dalamnya ada suatu bagian yang bersifat racun, untuk mengambil dan membunuh kuman. Begitu kuman berhasil di tangkap, kemudian dilingkari, dan selanjutnya akan dikasih cairan-cairan yang sangat kuat, untuk mengoksidasi. Contoh cairan tersebut seperti H2O2, racun dan sebagainya. Sehingga virus tadi itu langsung hancur, tentu saja ini terjadi jika sel tadi masih kuat, karena mendapat makanan yang baik.

 

Nah komponen yang terlibat dalam autopagi itu apa aja?

  1. DAMPS yaitu sinyal dari kuman yang masuk dalam sel, untuk menginduksi PRRS, sensor yang ada di dalam sel. Nah setelah dia melakukan langkahnya, yaitu membuat autofagosom, lisosomlah yang akan membunuh, breakdown plus interferon. Jadi pada saat virus masuk di dalam sel, sel tadi akan mengeluarkan interferon, dia akan minta tolong, memberi tahu sel di sebelahnya. Dengan adanya PRRS dalam sel tadi akan menstimulasi dendrit dan sitokin, sehingga terjadilah skema pembuatan antibodi.

  2. Pada saat sel terkena infeksi virus masih ada satu kesempatan lagi supaya sel tersebut dapat tetap hidup yaitu dengan melakukan autopagi. Langkah autopagi ini tidak cuma hanya untuk bertahan hidup tapi juga sebagai upaya untuk menghentikan terjadinya replika virus di dalam tubuhnya, sekaligus untuk memberikan sinyal pemberitahuan ke sel tetangga dan sel imun, bahwa dia sedang diserang oleh suatu virus. Jadi tugasnya autopagi itu, dalam konteks menangani infeksi virus. Dan pada konteks menangani virus, tersebut autopagi sangat memerlukan energi makanya jangan sampai terjadi kekurangan energi. Dan energi yang paling mudah adalah berupa gula atau glukosa, bukan lemak. Karena lemak itu harus di pecah terlebih dahulu dari trigliseride menjadi asam lemak. Ingat molekul asam lemak itu terdiri dari pohon 18 karbon. Asam lemak yang dipecah sebagai energi sel itu ,harus di rubah lagi menjadi keton. Menjadi asetil koA dulu, dan pemotongannya setiap cycle tubuh itu paling tidak membutuhkan 1 atau 2 ATP. Kalau glukosa tidak demikian, karena ikatan molekulnya lebih sederhana maka proses pengubahan energinya lebih instan di bandingkan lemak. Hal itulah yang menjadi alasan, kenapa kita lebih menyukai glukosa daripada lemak.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah terkena penyakit diabetes melitus? Permasalahannnya ternyata menjadi lebih pelik, Kita faham bahwa penderita penyakit diabetes sangat intoleran terhadap glukosa. Pada saat terkena serangan infeksi virus covid-19, maka sistem pertahanan tubuhnya otomatis dalam keadaan kekurangan energi, karena kurang asupan glukosa.

Namun bagi anda yang sudah terlanjur terkena penyakit diabetes maka jangan putus asa, Menurut konsep karnus penyakit diabetes itu ada obatnya, ada solusinya. Penyakit diabetes itu masih bisa disembuhkan, ada caranya dan kami sejak tahun 2014-sampai sekarang sudah banyak menangani pasien diabetes. Sudah banyak pasien diabetes yang kami tangani, mereka merasa sangat terbantukan dan telah sembuh dari penyakit diabetesnya.

 


Baca Juga