Ini adalah virus A, yang berbentuk lingkaran adalah kulitnya virus.

Masing-masing kulit tersebut adalah berupa protein. Dan protein intinya atau Backbonenya tersebut mempunyai cabang, yang dirangkai dengan gula menjadi suatu glikoprotein. Ikatan antara glikoprotein dengan grup gula tersebut, akan menjadi spike dari virus. Misalkan spike virus dari varian A tersebut, telah berhasil menginfeksi kita, namun kita masih selamat, sampai akhirnya kita berhasil mempunyai antibodi yang sesuai, yaitu antibodi IgG untuk virus A. Nah pada suatu saat virus tersebut kemudian bermutasi menjadi virus AB, dimana mutasinya terjadi pada bentuk gulanya, yang semula berupa asetil uronic amin kemudian gulanya berubah menjadi asetil galaktosamin, nah apakah antibodi yang sebelumnya sudah berhasil di dapatkan oleh tubuh dari infeksi virus A, akan kembali berhasil mengatasi virus varian AB?

 

Antibodinya ternyata tidak bisa secara langsung dapat mengatasi serangan infeksi dari virus varian AB yang baru tersebut. Apabila individu tersebut terkena virus varian AB yang baru maka dia akan mengulangi proses sistem antibodi yang baru juga.

 

Jadi dalam masalah antibodi sebenarnya bukan hanya masalah seberapa kuat antibodinya, tapi seberapa cepat sistem imun kita, dapat memproduksi antibodi yang baru tersebut. Karena antibodi itu bersifat sangat spesifik untuk mengenali jenis kuman termasuk virus, apalagi virus covid19.

 

Virus covid-19 adalah virus jenis RNA, dimana ciri khas dari virus RNA adalah mudah untuk bermutasi. Dimanakah letak perubahan mutasinya? Letak perubahan mutasinya yaitu pada spikenya. Di bagian kulitnya.

 

Kalau istilahnya orang biasa, orang awam yang berubah itu adalah pada bagian bajunya. Suatu saat dia menyerang dengan memakai baju berwarna merah, besok dia menyerang dengan memakai baju berwarna hijau, antara baju merah dengan baju hijau, dimata musuh itu sudah terlihat berbeda, sehingga butuh senjata yang berbeda untuk menghadapinya.

 

Jadi kalau kita bayangkan, ada sekitar dua puluh sekian jenis asam amino, sehingga jumlah mutasi dari virus tersebut tentu bisa akan terjadi banyak sekali. Namun untungnya, tidak semua mutasi itu berbahaya, ada yang lemah dan ada yang kuat, tergantung dari jenis mutasinya, disesuaikan dengan jenis reseptor dari sel inangnya.

 


Baca Juga