Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Susan B Racette, Ellen M Evans, Edward P Weiss, James M Hagberg, John O Holloszy di Amerika yang dimuat di Diabetes Care, Edisi bulan Maret 2006, menyatakan bahwa orang yang memiliki banyak timbunan lemak di bagian perut (abdominal) atau perut buncit, dan jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, akan beresiko besar terkena penyakit diabetes. Orang dengan kondisi perut buncit, bisa menyebabkan terjadinya sekresi asam lemak bebas yang banyak sehingga mengganggu pada persinyalan reseptor insulin.

Reseptor insulin adalah suatu reseptor yang terdapat pada hampir seluruh sel  manusia kecuali sel otak, yang berperan untuk merespon keberadaan hormon insulin. Hanya sel otak saja yang tidak memerlukan insulin untuk mengambil glukosa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Selainnya akan membutuhkan hormon insulin, untuk memasukan glukosa ke dalam selnya.

Apabila kinerja reseptor insulin terganggu oleh timbunan lemak maka akan menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Yaitu terjadinya penurunan kepekaan atau sensitivitas reseptor sel terhadap keberadaan hormon insulin. Apabila keberadaan hormon insulin tidak dapat terdeteksi oleh reseptor sel maka glukosa menjadi tidak mampu terserap masuk ke dalam sel untuk dimetabolisme, sehingga glukosa akan tetap menumpuk di peredaran darah dan menyebabkan terjadinya hierglikemia. Apabila hiperglikemia tersebut berlangsung lama dan terjadi secara terus menerus maka akan menyebabkan terjadinya penyakit diabetes.

Lemak yang banyak menutupi reseptor insulin sebenarnya adalah salah satu nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh untuk memenuhi beberapa fungsi sistem tubuh, seperti untuk menghasilkan energi, menjaga stabilitas suhu tubuh, menjaga stabilitas cairan, bahan baku untuk memproduksi hormon, sebagian enzim dan lainnya. Namun apabila jumlah lemak terlalu banyak di dalam peredaran darah, dan tidak bisa terurai sempurna maka justru keberadaan lemak tersebut bisa menjadi penyebab munculnya berbagai masalah kesehatan antara lain: penyempitan pembuluh darah akibat adanya penumpukan lemak pada permukaan pembuluh darah, peredaran darah menjadi tidak lancar dan terjadinya penurunan kepekaan reseptor insulin terhadap keberadaan hormon insulin yang diperlukan untuk melakukan pengambilan glukosa masuk ke dalam sel karena tertutup oleh timbunan lemak.


Lalu bagaimana cara untuk mengatasi masalah perut buncit yang bisa menyebabkan penyakit diabetes?

Menurut Konsep Karnus, untuk mengatasi masalah perut buncit diantaranya adalah dengan cara memperbaiki metabolisme tubuh melalui perbaikan lambung, mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak, mengurangi asupan makanan yang tinggi karbohidrat dan gula, memperbanyak asupan makanan yang kaya protein, memperbanyak makanan yang tinggi serat, kaya vitamin dan mineral, rutin melakukan olahraga ringan serta menghindari fikiran negatif yang dapat membuat stress. Selain itu penting juga mengkonsumsi asupan pangan fungsional yang dapat membantu melancarkan aliran darah, dan melindungi kerusakan DNA akibat radikal bebas seperti teh hijau yang kaya kandungan EGCG.

Setelah resistensi insulin mengalami perbaikan, selanjutnya akan terjadi perbaikan juga pada kadar kolesterol dalam darah, hipertensi, gangguan jantung, gangguan ginjal, gangguan kebutaan, kelelahan dini, gangguan imun, autoimun, tumor, kanker dan lain-lain.

(Artikel ini juga telah tayang di https://sembuhdiabetes.karnus.id/2021/11/25/mengapa-perut-buncit-bisa-menjadi-faktor-penyebab-terjadinya-resistensi-insulin-pada-penyakit-diabetes/)

 


Baca Juga