Artikel

Hebatnya nutrisi bekatul untuk pengobatan diabetes

    Dibaca 43 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Penyebab terjadinya penyakit Diabetes adalah karena adanya hiperglikemia yang telah  berlangsung lama dan terus menerus. Hiperglikemia adalah kadar glukosa yang tinggi di dalam plasma darah. Apabila penumpukan glukosa tersebut berlangsung lama maka bisa menyebabkan terjadinya ikatan antara molekul glukosa dengan hemoglobin, sehingga akan menyebabkan penurunan kualitas profil darah seperti viskositas darah menjadi meningkat. Selain meningkatkan viskositas darah, butir darah juga menjadi mudah menempel pada dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah akan mengalami kerusakan sehingga terjadi gangguan transportasi nutrisi dan oksigen ke hampir seluruh sel di dalam tubuh.

 

Mengapa dapat terjadi hiperglikemia?

Hiperglikemia dapat terjadi karena adanya gangguan keseimbangan hormonal yang menyebabkan terjadinya resistensi Insulin. Gangguan keseimbangan hormonal tersebut akan berdampak, salah satunya kepada metabolisme lemak di dalam darah menjadi kurang optimal, sehingga akan terjadi banyak butiran lemak di peredaran darah. Resistensi insulin adalah terjadinya penurunan kepekaan reseptor sel terhadap keberadaaan insulin di dalam darah sehingga glukosa menjadi tidak bisa masuk ke dalam sel.

 

Resistensi insulin paling sering terjadi pada orang-orang yang mengalami obesitas. Alasannya adalah karena jumlah lemak yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan terjadinya sekresi asam lemak bebas yang banyak, sehingga mengganggu pada persinyalan reseptor insulin. Timbunan lemak yang banyak dapat menutupi reseptor insulin. Karena terjadi resistensi insulin maka Insulin menjadi tidak dapat bekerja secara optimal di sel otot, lemak, dan hati sehingga memaksa pankreas mengkompensasi untuk memproduksi insulin lebih banyak lagi.

 

Secara normal, glukosa dapat masuk ke dalam sel tubuh, kecuali sel otak, karena adanya peran insulin. Setelah karbohidrat dirubah menjadi glukosa di organ lambung, selanjutnya akan diserap di usus halus dan masuk ke sistem peredaran darah. Keberadaan glukosa dalam darah akan direspon oleh organ pankreas dengan cara mensekresikan hormon insulin untuk membarengi glukosa yang sudah ada di plasma darah tersebut. Hormon insulin akan memberikan sinyal kepada reseptor yang ada di membran permukaan sel. Setelah reseptor sel menerima sinyal dari hormon insulin, sinyal tersebut selanjutnya akan diteruskan ke inti sel. Inti sel kemudian mentranslokasikan suatu transporter yang bernama GLUT4 untuk mengangkut glukosa yang sudah ada di permukaan membran sel masuk ke dalam sel untuk dimetabolisme. Analoginya mungkin seperti seoran konsumen sedang menggunakan aplikasi ojek online untuk memesan kendaraan antar jemput. Perusahaan ojek online akan meneruskan pesan konsumen kepada driver ojek online untuk menjemput dan mengantarkannya menuju tempat tujuan. Glukosa bisa dianalogikan sebagai konsumen, hormon insulin sebagai aplikasi ojek online, inti sel sebagai perusahaan ojek online dan GLUT4 sebagai driver plus kendaraannya.

Apabila terjadi masalah pada hormon insulin, misal reseptor selnya tidak mampu merespon keberadaan hormon insulin dalam darah, maka secara normal, glukosa menjadi tidak akan bisa terangkut dan diantarkan oleh GLUT4 masuk ke dalam sel untuk dimetabolisme. Akibatnya glukosa akan menumpuk di plasma darah, menjadi tidak bisa dimetaboliseme oleh sel dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia yang merupakan cikal bakal dari penyakit diabetes.

 

Hiperglikemia yang terjadi dalam waktu lama dan berlangsung secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan di dalam tubuh, mulai dari kerusakan pembuluh darah, penurunan kualitas darah hingga kerusakan berbagai organ dalam tubuh. Oleh karena itu, masalah dasar hiperglikemia ini harus segera diatasi secepatnya agar kerusakan dalam tubuh tersebut tidak banyak terjadi.

 

Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah hiperglikemia dan resistensi insulin pada penderita diabetes diantaranya adalah melalui terapi nutrisi fungsional bekatul.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Korea, menyebutkan bahwa suatu zat aktif yang bernama gamma orizanol yang berasal dari bekatul dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah hiperglikemia dan resistensi insulin pada penederita diabetes tersebut. Gamma oryzanol dapat mentraslokasikan GLUT 4 yang berada di dalam sel bergerak menuju permukaan membran sel dan mengangkut glukosa  masuk ke dalam sel untuk dimetabolisme, meskipun tanpa perantaraan persinyalan hormon insulin. Karena glukosa sudah dapat masuk ke dalam sel, maka kadar glukosa dalam darah menjadi berkurang sehingga masalah hiperglikemia dapat diatasi dan kadar glukosa dalam darah akan kembali menjadi normal.

 

Selain dapat membantu mengurangi masalah yang diakibatkan oleh  resistensi insulin, manfaat lain dari bekatul diantaranya adalah:

  • Dapat menurunkan kadar lemak LDL (lemak jahat) dan meningkatkan HDL (lemak baik), sehingga dapat memperbaiki atherosklerosis yang menjadi penyebab awal munculnya penyakit degeneratif
  • Mengandung antioksidan  yang  mencegah kerusakan dinding sel sehingga  mencegah terjadinya hemolisis (kerapuhan) pada  sel darah merah.
  • Merangsang katabolisme kolesterol, sehingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
  • Membantu sirkulasi darah dan memicu terjadinya sekresi hormon sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan sempurna.

 

(Artikel ini juga telah tayang di https://sembuhdiabetes.karnus.id/2021/11/25/kandungan-zat-nutrisi-dalam-bekatul-ternyata-dapat-digunakan-untuk-mengatasi-gangguan-resistensi-insulin-pada-penderita-diabetes/)