Artikel

Kisah Teh Hijau Yang Melegenda Karena Mengandung Khasiat Kesehatan yang Luar Biasa

    Dibaca 39 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Siapa yang tidak mengenal dengan teh?

 

Teh sudah menjadi salah satu minuman terpopuler dan paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia selain kopi. Rasa sepatnya yang unik bercampur dengan aromanya yang khas menjadikan rasa cita tersendiri bagi para penikmatnya. Seakan rasa nikmat itu pun tak bisa digantikan oleh berbagai macam minuman jenis lainnya.

 

Kebiasaan minum teh ternyata memiliki sejarah yang panjang. Teh diduga berasal dari negeri Tiongkok China. Masyarakat Tiongkok ternyata sudah terbiasa mengkonsumsi teh selama ribuan tahun yang lalu. Menurut legenda dari negeri Tiongkok, orang yang pertama kali menemukan minuman teh adalah Kaisar Shen Nong pada tahun 2373 SM. Beliau adalah seorang kaisar yang sangat tertarik kepada dunia pengobatan herbal. Di ceritakan pada suatu ketika, Kaisar Shen Nong sedang pergi berkelana untuk mencari jenis tanaman obat baru. Suatu hari dalam perjalannya tersebut, Kaisar Shen Nong mengalami sakit, badannya terasa panas dan merasa lelah serta capek, sehingga beliaupun  memutuskan untuk beristirahat di bawah naungan pohon yang rindang. Kaisar Shen Nong  merasa sangat haus, kemudian beliau pun merebus air di bawah pohon itu. Tiba-tiba beberapa daun dari pohon tempat dia beristirahat itu ada yang berjatuhan dan masuk ke dalam rebusan airnya.  Beliau pun membiarkan kejadian tersebut. Kemudian setelah rebusan air yang sudah bercampur dengan dedaunan tersebut mulai agak mendingin, beliau pun segera meminumnya.

 

Minumannya tersebut ternyata mengandung rasa kesat yang agak pahit. Meskipun rasanya pahit namun Kaisar Shen Nong tetap meminumnya. Di luar dugaan, badannya yang sebelumnya merasa sakit, tiba-tiba menjadi sembuh setelah meminum air tersebut.  Beliau merasa heran dengan kejadian tersebut, hingga akhirnya beliau pun memutuskan untuk membawa tanaman tersebut untuk di tanam di sekitar istana kekaisarannya. Semenjak itu beliau memperkenalkan minuman itu di kalangan istana, dan minuman itu pun menjadi minuman mewah bagi keluarga kekaisaran. Minuman yang akhirnya di beri nama teh itu pun akhirnya mulai tersebar di tengah masyarakat. Para biksu budha pun menyebarkan budaya minum teh sampai ke negeri sakura jepang dan Korea. Kemudian setelah China terbuka dan mulai berinteraksi dengan bangsa Eropa,  minuman teh ini pun akhirnya mulai tersebar di Eropa

 

Sekitar abad ke-16, waktu Portugis memperluas kekuasaan mereka, teh diimpor ke Eropa dan segera menjadi populer sehingga Portugis dan Belanda kemudian memutuskan untuk mendirikan perkebunan-perkebunan teh skala besar di koloni-koloni mereka di daerah tropis, termasuk Indonesia. Dan Akhirnya teh pun tersebar ke seluruh pelosok dunia, termasuk juga Indonesia.

 

Sekarang, minum teh telah menjadi kebiasaan untuk beragam kalangan. Di berbagai tempat, dari desa pinggiran sampai di tengah kota yang sibuk.  Minum teh memiliki cerita sendiri-sendiri. Ada yang di tujukan untuk kesehatan, untuk mengisi waktu santai, namun ada juga yang hanya dikonsumsi untuk sekedar menjalankan tradisi.

Saat ini, minum teh dapat dinikmati kapan saja, baik pada waktu santai bersama keluarga maupun dalam suasana resmi. Di pagi hari maupun sore hari. Bahkan ragam cara penyajiannya pun beraneka macam.

 

Di musim dingin, menikmati teh akan terasa lebih nikmat apabila di seduh dengan air panas atau hangat. Selain memberikan rasa hangat di tubuh, minuman teh panas juga akan memberikan efek nyaman di musim yang dingin. Sebaliknya di cuaca yang panas, minum teh yang dingin dengan dicampur manisnya gula akan terasa jauh lebih  nikmat dan menyegarkan.

 

Tahukah anda ternyata teh bukan hanya rasanya saja yang khas, teh juga sangat kaya dengan kandungan nutrisinya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam teh terdapat banyak zat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang membahayakan tubuh kita.

 

Kualitas produk olahan teh sebenarnya sangat ditentukan oleh kualitas bahan bakunya  yang berupa pucuk daun teh yang masih segar. Semakin tinggi kualitas bahan bakunya, maka akan semakin tinggi juga kualitas produk olahan teh yang dihasilkannya. Berikut adalah informasi tentang kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam masing-masing pucuk daun teh (pekoe) beserta tingkatan daunnya, sebagaimana yang dapat di lihat dalam tabel berikut ini:

 

kandungan teh

 

Berbagai kombinasi dari komposisi kandungan kimia tersebut akan menentukan pada sifat karakteristik produk teh seperti rasa, aroma dan warnanya. Jenis poliphenol yang terkandung banyak pada pucuk daun teh tersebut adalah jenis epigalocatechin, epigalocatechin galat, epicatechin galat. Ketiga komposisi pholipenol tersebut itulah yang nantinya akan mempengaruhi pada besarnya kandungan theaflavin dan thearubigin pada saat daun teh tersebut di olah menjadi teh jenis hitam (Black Tea) dan membentuk baik rasa aroma maupun warna dari produk teh.