Artikel

Mengenal Berbagai Macam Jenis Minuman Teh

    Dibaca 41 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Minum teh sudah menjadi budaya dikalangan masyarakat Indonesia, tidak melihat status sosial maupun ekonominya. Terlihat dari rata-rata disetiap rumah tangga selalu menyediakan teh di rumahnya dan teh menjadi salah satu minuman favorit selain kopi. Hal ini disebabkan oleh senyawa-senyawa yang terkandung dalam teh dapat memberikan kepuasan kepada penikmatnya karena mempunyai warna, rasa dan aroma yang khas. Seperti senyawa kafein bersama – sama dengan polifenol dapat memberikan rasa menyegarkan. Selain nikmat untuk diminum, teh juga mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti : kafein, polyphenol, catechin, dan minyak essensial.

 

Komponen utama dalam teh adalah catechin yang merupakan senyawa turunan tanin terkondensasi, dikenal juga sebagai senyawa polifenol karena memiliki banyak gugus fungsi hidroksil. Vitamin yang terkadung dalam teh adalah vitamin C, vitamin B, dan vitamin A, diduga sebagian rusak pada saat proses pengolahan namun sebagian masih dapat dimanfaatkan oleh penikmatnya. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh, terutama fluorida juga dipercaya dapat memperkuat struktur gigi dan tulang.

 

Tanaman teh yang banyak di budidayakan saat ini di dunia, umumnya berasal dari 2 jenis klon tanaman, yaitu Camellia sinensis L dan Assamica. Di dunia dikenal beberapa jenis teh yang didasarkan pada metode pengolahannya, diantaranya yaitu : teh hijau, teh putih, teh Oolong dan teh hitam. Perbedaan dari beberapa jenis teh ini didasarkan pada tingkat fermentasi dan oksidasi polyphenol pada saat pengolahan.

 

  1. Teh Hijau

Reaksi oksidasi enzimatis tidak diinginkan (sedikit sekali) pada proses pengolahan teh hijau, sehingga terlihat bahwa daunnya tetap hijau setelah diseduh. Proses pengolahan teh hijau masing-masing negara berbeda-beda, tetapi secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu: paning (sangria) dan steamed (pengukusan). Proses pengolahan teh hijau di Indonesia biasanya memakai paning (sangrai) sedangkan di Jepang lebih cenderung memakai steamed process (pengukusan). Warna yang dihasilkan dari proses pengukusan cenderung lebih cerah dan warnanya lebih hidup dibandingkan dengan teh penggongsengan .

 

  1. Teh Hitam

Teh hitam merupakan teh yang sering dijumpai di pasaran. Pengolahan teh hitam memerlukan proses oksidasi enzimatis yang lebih kuat daripada teh Oolong. Proses pengolahan teh hitam yang dikenal di Indonesia ada 2 (dua) jenis, yaitu : Orthodox dan CTC. Dua proses ini akan menghasilkan karakter dan appereance (penampakan) teh nya menjadi berbeda. Teh CTC memiliki daya larut yang lebih cepat dan tinggi dibanding teh orthodox. Selama pelayuan terjadi peningkatan kerja enzim, komponen senyawa kompleks akan terurai menjadi komponen volatile pembentuk aroma, asam amino dan terbentuk gula sederhana.

 

  1. Teh Putih

Teh Putih mengalami sedikit proses pengolahan, biasanya tidak menggunakan mesin (manual). Prosesnya sangat sederhana, yaitu petik, dibiarkan layu (oksidasi enzimatis) dan dikeringkan. Teh putih memiliki warna abu-abu yang lembut, hanya terdiri dari pucuk pekoe (daun kuncup) saja. Teh ini memiliki rasa yang halus dan enak di lidah. Produksi teh putih tidak bisa banyak, karena yang dijadikan teh putih hanya pucuk pekoe saja.

 

  1. Teh Oolong

Pada proses pengolahan teh oolong diinginkan adanya semi oksidasi enzimatis, memerlukan tahapan proses yang lebih rumit dibandingkan pengolahan teh hijau. Negara penghasil teh Oolong terbaik di dunia adalah Taiwan dan China, meskipun beberapa orang akan bersikeras bahwa teh oolong Taiwan lebih unggul. Teh Oolong merupakan teh semi-teroksidasi dengan tingkat oksidasi minimal 10 persen (mendekati teh hijau) dan maksimal 85 persen (mendekati teh hitam). Bentuk teh Oolong biasanya menggulung atau seperti dipuntir. Di Indonesia sudah mulai tumbuh produsen teh Oolong dan biasanya diperoleh dari tanaman teh varietas sinensis. Pengolahan the oolong meliputi pelayuan outdoor, pelayuan indoor, pan firing (inaktivasi enzim), pengecilan ukuran dan pengeringan.