Konsep Karnus ini telah dideklarasikan secara resmi pada akhir bulan maret 2017 dan mulai saat itu disampaikan secara luas kepada masyarakat umum melalui acara seminar, tulisan, video dan media lainnya. Konsep Karnus ini berawal dari pemikiran 9 tahun sebelumnya yaitu pada saat Ibunda saya meninggal dunia karena penyakit kanker. Selanjutnya saya menjumpai keluarga, kerabat, kolega, teman yang juga mengalami hal yang hampir sama yaitu menderita suatu penyakit degeneratif atau penyakit sel abnormal tertentu dan sulit sekali menuju kesembuhan. Dari sini timbul rasa penasaran dan ketidakpuasan terhadap penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal yang berjalan saat itu.  Mengapa tingkat kesembuhan penyakit tersebut sangat rendah, padahal sudah ditangani oleh para pakar medis profesional, bahkan didukung oleh obat-obatan dan teknologi modern serta pendanaan yang sangat besar. Pasien penderita penyakit-penyakit tersebut umumnya mengalami penurunan kualitas hidup, tergantung dengan obat-obatan selama hidupnya dan selanjutnya berakhir dengan kematian.

Rasa penasaran dan ketidakpuasan tersebut menumbuhkan obsesi yang kuat untuk mencari jawaban dan solusi dalam penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal tersebut. Di mulai dari pertanyaan-pertanyaan sederhana, apakah terdapat kesalahan dalam penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal selama ini? Dimanakah letak kesalahannya? Mengapa dengan teknologi modern sekalipun belum mampu meningkatkan keberhasilan penanganan penyakit-penyakit tersebut? 

Berbagai pertanyaan tersebut akhirnya mengilhami saya untuk terus menggali dan mencari jawaban yang memuaskan hati. Melalui pembelajaran dan pemahaman berbagai ilmu dasar (ilmu biologi, kimia, fisika, biokimia), berbagai jurnal penelitian ilmiah dan berbagai riset yang dilakukan secara mandiri sebagai upaya untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal tersebut. Kajian-kajian yang dilakukan tersebut akhirnya menghasilkan suatu pandangan atau konsep baru dalam metode kesehatan. Itulah awal dari lahirnya Konsep Karnus. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Konsep Karnus?

Konsep Karnus adalah suatu konsep yang mempelajari dan mengembalikan cara kerja sistem tubuh manusia sesuai dengan algoritma Sang Pencipta, mulai tingkat sel sampai aktivitas fisik manusia dan hubungannya dengan alam semesta.

Ibaratnya sebuah mobil yang diproduksi suatu pabrik, pabrik tersebut pasti akan memberikan buku manual kepada setiap pembeli mobil. Buku manual tersebut berisi bagian mobil, fitur mobil, indikator dalam instrument mobil, spesifikasi dan perawatan mesin. Harapannya adalah pengguna mobil dapat mengerti tentang segala sesuatu yang ada pada mobil tersebut. Sehingga apabila terjadi sesuatu maka pengguna akan mengerti tindakan apa yang harus dilakukan terhadap mobilnya. Demikian juga dengan manusia, Sang Pencipta menyematkan berbagai algoritma pada tubuh manusia, dan manusia diharapkan mengerti dan memahami, sehingga dapat bertindak lebih bijaksana dalam memperlakukan tubuh.

Konsep Karnus berusaha menjelaskan kepada kita semua agar kita dapat  mudah mengerti dan memahami apa yang ada dalam tubuh kita, memahami bahwa satuan terkecil fungsi tubuh kita  adalah metabolisme sel, memahami bagaimana organ-organ dalam tubuh berfungsi dan bekerja sesuai aturannya, memahami bagaimana sistem-sistem dalam tubuh manusia dan bagaimana sistem-sistem tersebut bekerja dan saling berhubungan sebagai satu kesatuan dalam tubuh kita sesuai algoritma Sang Pencipta. Kita juga akan memahami berbagai skema dalam tubuh yang diberikan oleh Sang Pencipta yang menjadikan manusia sebagai mahkluk yang mempunyai kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi. Akan dijelaskan juga tentang hal yang tidak kalah penting yaitu makanan yang kita konsumsi sehari-hari sebagai bahan baku yang mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia.

Pengetahuan tentang tubuh manusia adalah hak setiap manusia, tidak memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. Apabila kita semua telah mengetahui dan memahami algoritma tersebut maka kita akan dapat lebih tepat dalam memperlakukan tubuh kita, terutama dalam hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan dan penanganan penyakit serta bagaimana manusia berhubungan dengan alam semesta yang selalu mengalami perubahan ini.

Pada perkembangannya cakupan Konsep Karnus ternyata tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit degeneratif dan sel abnormal saja, tetapi sudah meluas pada berbagai aspek kehidupan manusia terutama yang berkaitan dengan masalah kesehatan, gaya hidup, lingkungan dan lain-lain.

"Semoga dengan adanya Konsep Karnus ini dapat memberikan manfaat bagi para profesional di bidang penyembuhan dan pengobatan, bagi para penuntut ilmu yang sedang belajar di bidang kesehatan dan pengobatan, dan bagi kita semua sebagai individu manusia yang telah diberikan titipan tubuh oleh Sang Pencipta"

 

Iwan Benny Purwowidodo
(Founder Konsep Karnus)


Baca Juga