Mencintai dan menjaga tulang sendi agar tetap sehat dan kuat merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan, supaya kita tetap bisa melakukan berbagai aktivitas serta bisa tampil sehat dan muda meskipun usia semakin bertambah tua. Lalu bagaimana cara menjaga tulang dan sendi kita agar tetap sehat dan kuat?

Dalam tinjauan Konsep Karnus untuk menjaga tulang dan sendi tetap sehat dan kuat maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah dengan menjamin semua sel yang ada pada tulang dan sendi mendapatkan asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dari sel tulang dan sendi itu sendiri. Ingat bahwa manusia sehat adalah manusia yang sekian triliun selnya dapat makan.

Seperti yang kita pahami sebelumnya, manusia merupakan suatu organisme yang terdiri dari triliunan sel. Berbagai sel-sel tersebut berkumpul dan membentuk suatu jaringan, kemudian jaringan sel tersebut akan  membentuk organ, selanjutnya organ-organ itu pun membentuk sistem tubuh manusia. Contoh dari organ adalah jantung, mata, telinga, paru-paru, hati, lambung dan lainnya, termasuk juga organ tulang. Beberapa organ saling bersinergi membentuk suatu sistem tubuh manusia yang memiliki fungsi spesifik sesuai dengan keperluannya masing-masing, seperti sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem imun, sistem saraf, sistem rangka dan sistem tubuh lainnya.

Kesemua sel yang ada dalam tubuh manusia tersebut tentu saja membutuhkan makanan. Makanan yang dimakan lewat mulut akan melalui serangkaian proses di dalam sistem pencernaan agar dapat di manfaatkan oleh seluruh sel yang membutuhkan nutrisi.

Jadi, jika kita bicara tentang manusia, maka manusia yang sehat itu adalah manusia yang semua selnya mendapatkan makan yang cukup. Itulah salah satu esensi dari Konsep Karnus. Tidak peduli apakah itu sel tulang, sel sendi, sel jantung, sel mata, sel telinga, sel paru, sel kulit atau mungkin sel lambung, yang terpenting adalah semua sel tersebut harus mendapatkan nutrisi yang cukup.

Nah, yang menjadi poin utama adalah apa makanan sel itu?

Sebelum masuk pada pembahasan lebih jauh, ada baiknya kita sedikit mereview kembali mengenai apa Konsep Karnus itu? Konsep Karnus adalah suatu metodologi dasar untuk mempelajari dan mengembalikan cara kerja tubuh manusia berdasarkan algoritma Sang Pencipta, mulai dari aktivitas tingkat sel sampai aktivitas tubuh manusia serta hubungannya dengan alam semesta. Jadi dapat dipahami, bahwa kita hidup di alam semesta ini tidak sendiri. Manusia hidup bersama dengan makhluk ciptaan lainya dari Sang Pencipta, oleh karena itu kita harus saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Telah diuraikan sebelumnya, bahwa manusia terdiri dari sekian triliun sel. Setiap sel akan mengalami kematian, kemudian digantikan oleh sel baru yang dilahirkan kembali (regenerasi sel). Demikianlah siklus kehidupan dan kematian sel akan terus berlangsung selama tidak terjadi gangguan pada siklus tersebut. Jika sel mengalami kegagalan untuk melakukan regenerasi sel, maka sel-sel tersebut akan mengalami kematian, gagal lagi, mati lagi, terus mati, tanpa ada penggantian maka akan terjadi proses penuaan.

Jika ingin tetap awet muda, intinya adalah harus ada sel yang lahir untuk menggantikan sel yang mati, atau memastikan proses regenerasi sel harus terus berjalan, sehingga kita akan tetap awet muda dan beraktivitas seperti orang muda meskipun usia bertambah tua. Contoh usia 60-70 tahun tapi masih kuat untuk berolahraga sepeda, masih kuat untuk membajak sawah atau masih bisa mendaki gunung.

Sudah disampaikan secara singkat sebelumnya bahwa tulang dan sendi juga merupakan bagian dari organ manusia. Organ tubuh manusia tersusun dari sel yang membangun organ tersebut. Di dalam tulang, sel tulang akan membangun matriks tulang. Untuk membangun matriks tulang tersebut maka sel tulang juga membutuhkan nutrisi. Sel tulang membutuhkan suatu bahan baku untuk menyusun organ tulang. Oleh karena itu, harus pastikan bahwa nutrisi sel tulang dapat terpenuhi dengan baik. Dalam memenuhi nutrisi tersebut, kita harus memperhatikan dan menjaga sistem pencernaan terutama lambung sebagai gerbang utama dapat berfungsi baik. Demikian juga dengan asupan nutrisi yang sudah diproses dalam lambung, harus dipastikan masuk ke dalam sistem peredaran darah melalui usus halus, dan harus bisa sampai ke dalam tulang, sehingga metabolismenya tetap terjaga.


Baca Juga