Apakah lutut Anda sering terasa Nyeri? Pinggang juga terasa sakit? Atau tulang punggung juga terkadang mengalami rasa nyeri? Gerakan juga sekarang menjadi kurang bebas karena tulang-tulang persendiannya terasa sakit dan ngilu. Atau bahkan Anda sekarang menjadi merasa lemah untuk mengangkat beban, karena tulangnya terasa kropos? Padahal dulu beban yang lebih berat pun dapat dengan mudah di angkat. Namun sekarang untuk berjalan menaiki dan menuruni tangga juga terasa sangat berat. Dan mungkin masih banyak berbagai keluhan lainnya yang anda rasakan yang berkaitan dengan tulang sendi lainnya.

Saat kita mengalami berbagai masalah tulang dan sendi tersebut, seringkali kita justru menyalahkan umur kita. Padahal bukan itu permasalahan utamanya.

Apabila Anda mengalami berbagai keluhan masalah tulang dan sendi, itu artinya tulang dan sendi anda sedang mengalami pengeroposan. Mengapa bisa terjadi pengeroposan?

Pengeroposan terjadi karena jumlah sel-sel tulang semakin berkurang. Berkurangnya tersebut karena telah terjadi kerusakan atau kematian pada sel tulang, dan Anda gagal untuk menggantinya dengan sel-sel tulang yang baru. Mengapa bisa gagal?

Karena berbagai nutrisi yang diperlukan oleh sel tulang tersebut tidak tersedia cukup, sehingga regenerasi sel tulang tidak terjadi.

Fungsi Organ Tulang

  • Untuk membentuk tubuh manusia dari dalam.
  • Sebagai pondasi otot dan daging. Jika diamati, terdapat daging dan otot yang melekat pada tulang, kemudian dilapisi oleh kulit. Pada jari, karena ukurannya tipis, maka tulang langsung bertemu daging sedikit, kemudian ditutup oleh kulit.
  • Sebagai organ struktural yang memberi kekuatan pada tubuh.

Tulang Sangat Membutuhkan Nutrisi

Manusia terdiri dari sekian triliun sel. Setiap sel akan mengalami kematian, kemudian digantikan oleh sel baru yang dilahirkan kembali (regenerasi sel). Demikianlah siklus kehidupan dan kematian sel akan terus berlangsung selama tidak terjadi gangguan pada siklus tersebut. Jika sel mengalami kegagalan untuk melakukan regenerasi sel, maka sel-sel tersebut akan mengalami kematian, gagal lagi, mati lagi, terus mati, tanpa ada penggantian maka akan terjadi proses penuaan.

Jika ingin tetap awet muda, intinya adalah harus ada sel yang lahir untuk menggantikan sel yang mati, atau memastikan proses regenerasi sel harus terus berjalan, sehingga kita akan tetap awet muda dan beraktivitas seperti orang muda meskipun usia bertambah tua. Contoh usia 60-70 tahun tapi masih kuat untuk berolahraga sepeda, masih kuat untuk membajak sawah atau masih bisa mendaki gunung.

Tulang dan sendi adalah merupakan bagian dari organ manusia. Organ tubuh manusia tersusun dari sel yang membangun organ tersebut. Di dalam tulang, sel tulang akan membangun matriks tulang. Untuk membangun matriks tulang tersebut maka sel tulang juga membutuhkan nutrisi. Sel tulang membutuhkan suatu bahan baku untuk menyusun organ tulang. Oleh karena itu, harus pastikan bahwa nutrisi sel tulang dapat terpenuhi dengan baik. Dalam memenuhi nutrisi tersebut, kita harus memperhatikan dan menjaga sistem pencernaan terutama lambung sebagai gerbang utama dapat berfungsi baik. Demikian juga dengan asupan nutrisi yang sudah diproses dalam lambung, harus dipastikan masuk ke dalam sistem peredaran darah melalui usus halus, dan harus bisa sampai ke dalam tulang, sehingga metabolismenya tetap terjaga.

Bagaimana Cara Jaringan Sel Tulang Mendapatkan Makanan?

Sel tulang bisa mendapatkan makanan apabila terbentuk lingkaran di dalam, atau lubang yang digunakan untuk aliran darah. Darah membawa nutrisi dengan masuk ke dalam lubang. Masalahnya adalah bisakah kita memberikan darah kita sampai ke dalam tulang? Bagaimana jika mekanisme tersebut mengalami kegagalan?

Jika darah tidak sampai ke dalam tulang, maka tentu saja tulang akan mengalami kekurangan nutrisi bahkan bisa menyebabkan kematian sel tulang. Akibatnya tulang akan banyak mengalami osteoporosis di usia yang masih muda.

Osteoblas juga diatur oleh DNA untuk membuat susunan barisan dan membentuk lubang untuk sumsum tulang, seperti sumsum tulang belakang, sumsum tulang kaki dan lainnya. Sumsum tulang ini berguna untuk proses regenerasi tulang dan sistem saraf.

Secara Alamiah, Tulang Mengalami Proses Degradasi dan Formasi

Tulang adalah organ struktural tubuh manusia, yang tersusun atas sel dan matriks.  Sel tulang membuat dan mensekresikan satu zat untuk menyusun jaringan dan mengisi matriks, sehingga tulang mempunyai kekuatan dan elastisitas dalam menyangga tubuh manusia. Tulang memang diciptakan oleh Allah sang pencipta dalam tubuh manusia sebagai organ struktural yang membuat kita tegak, berdiri, dan mempunyai kekuatan. Jika diibaratkan dengan bangunan, maka tulang munkin dapat dianalogikan sebagai pondasi sampai tiang tiang penyanggahnya.

Selama manusia hidup, tulang akan mengalami formasi dan degradasi. Jadi, dalam tulang terdapat bagian sel tulang yang berfungsi untuk membangun tulang, dan ada juga bagian sel tulang yang berfungsi untuk merusak matriksnnya, yang tujuannya adalah untuk membangun bagian tulang yang baru. Jadi tulang akan terus mengalami formasi dan degradasi secara terus menerus selama manusia itu hidup.

Apabila terjadi ketidakseimbangan antara aktivitas formasi dan degradasi, maka akan timbul masalah.

Jika tulang kita mengalami deformasi yaitu perusakan matriks yang lebih besar dibandingkan formasi atau pembentukannya, maka kita akan mengalami osteoporosis, osteoastritis, saraf terjepit, patah tulang dan sebagainya.

Demikian juga,

Jika formasi matriks tulang lebih tinggi daripada degradasinya pada orang yang sudah tidak ada pertumbuhan, maka akan menyebabkan terjadinya sel abnormal seperti kanker tulang dan sebagainya.

Jadi, proses antara formasi dan degradasi matriks memang harus seimbang agar tidak terjadi gangguan pada organ tulang tersebut.  

Peran Penting Kolagen Untuk Tulang

Di antara sel tulang, pasti terdapat pengisi tulang yang disebut sebagai matriks tulang. Tujuannya adalah untuk memberi bentuk pada tulang, apakah tulang itu rawan atau lentur atau keras. Matriks tulang adalah zat yang diproduksi oleh sel tulang untuk membangun organ tulang. Matriks tulang terdiri dari:

  • Kolagen fiber untuk memberikan elastic strenght dan tensile strength. Jadi tidak akan mudah rapuh atau patah ketika ditarik.
  • Mineral matriks yaitu kalsium hidroksiapatit yang akan memberikan compressive strength, yaitu kekuatan pada tulang dibawah tekanan.
  • Glukosamin, aminoglikan, dan hidroksiapatit untuk membentuk kartilago atau tulang rawan.

Kolagen fiber dan glukosamin terdapat di tulang rawan. Sedangkan mineral dan kolagen fiber yang lebih kuat terdapat di tulang keras. Kolagen terdapat pada keduanya, baik di tulang rawan maupun di tulang keras. Kolagen adalah bahan yang dominan dan memiliki peran penting pada tulang. Kolagen berada di antara matriks dan jika diibaratkan kolagen tampak seperti semen yang berada di dalam tembok.

Matriks yang berupa mineral adalah kalsium hidroksiapatit. Mineral ini berukuran sangat kecil dan bisa masuk ke kapiler tulang. Mineral ini dipakai oleh sel, dibentuk oleh sel dan dikeluarkan oleh sel untuk membangun tulang, sehingga ukuran molekulnya harus kecil dan terlarut. Sedangkan matriks pengisi yang berupa non mineral non kolagen mayoritas adalah hidroksiapatit (HA). Semua komponen matriks ini terbentuk dari glukosa dan asam amino. Asam amino membentuk matriks untuk mengisi cairan sendi tulang.

Kolagen adalah komponen mayoritas pada tulang. Jadi di dalam tulang, baik itu tulang rawan maupun tulang keras terdapat komponen mayor matriks pengisi selain mineral yaitu kolagen, yang bersama dengan mineral akan saling mengikat untuk memberikan kekuatan dan kelenturan pada tulang. Kolagen dalam tulang disintesis oleh osteoblas, osteosit, kondroblas dan kondrosit dari asam amino glisin, prolin, alanin dan hidroksi prolin. Sel-sel ini mengambil bahan baku dari makanan yang ada dalam darah.

Makanan yang kita makan akan diproses oleh lambung. Jika lambung bermasalah maka tidak bisa proses, dan makanan yang kita makan akan dibuang dalam bentuk feses. Hal ini juga menyebabkan asam amino glisin, prolin, alanin dan hidroksi prolin tidak tersedia cukup dalam tubuh. Jika kesediaan asam amino ini kurang, maka sintesis kolagen dalam tubuh juga tidak akan optimal. Jika hal ini terjadi pada masa pertumbuhan, maka pertumbuhan seorang anak tidak akan optimal, tinggi badannya mungkin tidak akan mencapai tinggi maksimal seperti yang sudah ditulis dalam DNA setiap orang.

Kolagen merupakan protein fibril yang berbentuk triple helix dan saling berkaitan sehingga membentuk struktur elastis yang sangat kuat dan punya tensile strength. Jadi bentuknya terdiri atas 3 untai. Satu untai adalah prokolagen yang beruntai, berikatan crosslink dan saling bekerja sama dengan untai yang lain sehingga makin kuat. Untai prokolagen ini akan membentuk matriks didalam tulang kita. Kolagen dalam tulang kita sangat penting untuk mengikat mineral sehingga tidak rapuh dan punya kekuatan.

Strategi Konsep Karnus untuk  Perawatan Tulang dan Sendi

Jadi yang pertama harus kita pahami, tulang merupakan organ yang keras, artinya ada sel-sel yang hidup, membuat matriks dan mengeraskan tulang. Itulah sebabnya apabila kita mengalami patah tulang, tulang tersebut bisa disambungkan kembali. Selama sel tulang masih hidup, maka sel tulang akan mengeluarkan matriks untuk saling menghubungkan tulang yang patah. Tetapi perlu diingat bahwa mekanisme ini dapat terjadi selama kita bisa memenuhi skemanya, yaitu dengan cara memenuhi nutrisi tulang. Nutrisi tulang tersebut didapatkan dari darah. Jadi, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan tulang, sendi dan otot adalah:

  1. Pastikan alirah darah lancar.

Dengan aliran darah yang lancar kita dapat memastikan bahwa darah bisa masuk ke dalam pembuluh darah tulang yang sempit. Solusi untuk strategi yang pertama adalah dengan memastikan lambung dalam keadaan baik karena lambung akan berperan penting pada seluruh metabolisme tingkat sel. Sehingga dengan lambung yang sehat dan makanan yang baik maka akan tersedia nutrisi yang baik dan dapat dimetabolisme oleh sel.

  1. Berikan nutrisi tulang yang mayoritas (80%) berasal dari dalam dan sisanya dari luar.

Nutrisi dari dalam adalah suplemen dari kolagen tulang sapi. Kolagen tulang sapi menjadi nutrisi tulang yang lebih tepat karena hampir terdapat persamaan antara komposisi asam amino kolagen tulang sapi dengan tulang manusia dibandingkan tulang ikan atau sisik ikan. Komposisi asam amino mayoritas pada kolagen di tubuh manusia adalah prolin, glisin dan hidroksipolin. Jika komposisi asam amino ini tidak sama dengan tulang kita, maka tidak akan terjadi keseimbangangan nutrisi penyusun tulang. Selain komposisi asam aminonya yang mirip, kolagen tulang sapi juga mudah didapat serta halal. Sedangkan nutrisi dari luar bisa ditambahkan dengan mengoleskan krim nutrisi tulang sendi otot melalui kulit persendian. Meskipun peluangnya belum begitu besar, namun cara ini masih bisa digunakan bagi mereka yang kondisi tulang sendinya sudah parah. Kulit pada bagian persendian akan langsung bertemu dengan kartilago, jadi kita bisa memasukkan suatu zat melalui pori-pori kulit, baik kelenjar ekrin atau apokrin, dan bisa diterima oleh kondroblas sebagai bahan baku untuk pembuatan cairan sinovial atau tulang rawan.

  1. Segera selesaikan masalah metabolisme (diabetes, hipertensi dan lainnya) terlebih dahulu.

Bagi orang-orang yang terkena diabetes atau hipertensi, dapat dipastikan terdapat banyak masalah dalam tulangnya. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar akibat penuh dengan sampah metabolik yang gagal dicerna oleh sistem tubuh, sehingga nutrisi yang diangkut oleh darah pasti akan gagal masuk ke dalam kapiler di tulang.

  1. Hindari beban berlebih pada tulang dan sendi.

Lakukan olahraga yang standar dan bertahap. Jangan terlalu memaksakan diri. Misalnya langsung mengangkat beban 100 kg padahal tidak pernah melakukan olahraga angkat beban sebelumnya, karena dikhawatirkan terjadi fraktur atau patah tulang.

tulang sendi konsep karnus

Jadi jika darah kita menggumpal, maka nutrisi tidak akan bisa masuk ke pembuluh darah di tulang. Darah yang menggumpal berarti terdapat banyak muatan atau banyak membawa zat-zat. Kita bisa memperbaiki mekanisme ini dengan memastikan proses pemecahan makanan, terutama lemak, di lambung berjalan dengan baik, sehingga tidak akan menjadi limbah metabolik di pembuluh darah yang akan mengganggu sirkulasi darah, terlebih pada pembuluh darah kapiler yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan aorta dan vena.

   

Darah yang menggumpal tidak akan bisa masuk ke dalam tulang. Jika hal ini terjadi maka tulang tidak akan mendapat nutrisi yang cukup, banyak sel tulang yang mati, tidak terjadi penggantian sel yang sudah mati, bahkan berujung pada fraktur maupun osteoporosis.

 

 

 

 

 

 

 


Baca Juga