Kelebihan berat badan atau kegemukan seringkali menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Bentuk tubuh yang tidak ideal menyebabkan perasaan minder dan tidak percaya diri. Disamping itu penderita kegemukan juga lebih beresiko terkena berbagai penyakit, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes hingga penyakit jantung dan stroke.

Banyak yang mengira kalau karbohidrat terutama nasi adalah salah satu sumber masalah kegemukan selain makanan berlemak. Tak sedikit program diet yang menyarankan untuk mengurangi bahkan melarang konsumsi nasi agar diet yang dijalankan bisa berhasil. Hmm, Apakah benar seperti?

Mari kita bahas secara detail.

Pada dasarnya kegemukan terjadi karena tidak seimbangnya jumlah kalori yang masuk dan yang harus dikeluarkan. Akan tetapi setelah dikaji lebih dalam penyebab utama kegemukan adalah tidak optimalnya proses metabolisme lemak dalam tubuh.

Bagaimana bisa begitu?

Lemak adalah salah satu sumber energi bagi tubuh selain karbohidrat yang memiliki kandungan energi 2x lipat lebih tinggi. Oleh karena itu, jika proses metabolisme lemak bermasalah maka akan berdampak langsung pada kegemukan dan permasalahan kesehatan lainnya.

Seperti yang kita tahu, makanan yang kita konsumsi akan melalui proses pencernaan di lambung. Seluruh makanan tersebut dapat dicerna oleh tubuh karena peran dari asam lambung.

Berbekal pH asam yang tinggi, asam lambung mampu memecah makanan yang awalnya berupa nutrisi polimer (karbohidrat, protein, lemak dll) menjadi nutrisi monomer (glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol dll).

Kembali lagi ke masalah metabolisme lemak yang tidak optimal, secara singkat lemak perlu bantuan enzim lipase agar dapat tercerna dan bisa menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi sel-sel tubuh. Untuk menghasilkan enzim lipase dibutuhkan peran dari asam amino yang merupakan hasil pemecahan protein sebagai bahan baku pembuatannya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa untuk menjaga tubuh agar tidak memiliki kadar lemak berlebih dibutuhkan kondisi sistem percernaan yang baik terutama lambung dan asam lambung yang normal sehingga seluruh makanan yang kita konsumsi bisa menjadi nutrisi monomer. Selain itu penambahan konsumsi protein baik hewani maupun nabati juga bisa membantu proses metabolisme lemak menjadi lebih optimal dan lemak yang menumpuk bisa segera dirubah menjadi energi.

Diet sehat ala Konsep Karnus:

  1. Pastikan kondisi sistem pencernaan tidak bermasalah
  2. Sarapan dan makan siang ¼ porsi normal dengan beragam variasi lauk-pauk, pastikan padat protein dan serat tetapi tetap mengandung karbohidrat.
  3. Berhenti makan sebelum kenyang.
  4. Beri tubuh cukup mineral dan antioksidan agar tetap fit & fresh.
  5. Tambahkan asupan serat tambahan seperti buah atau minuman serat alami tiap menjelang makan siang dan makan malam.
  6. Makan malam dengan ⅙ porsi normal, lalu tutup dengan desert kaya serat.
  7. Jangan lupa tetap lakukan olahraga secara rutin dan hindari stress

(By:Dicta)


Baca Juga