Artikel

Khasiat Hebat dari Pisang Mentah untuk mengobati Berbagai Penyakit pada Lambung

    Dibaca 634 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Khasiat pisang Mentah sebagai obat untuk berbagai gangguan penyakit pada lambung telah banyak dipraktekan oleh para leluhur kita. Hasilnya ternyata sangat memuaskan. Pisang dianggap efektif dapat mengobati berbagai gangguan pada lambung. Bahkan saat ini sudah banyak peneliti yang melakukan penelitian mengenai efektifitas pisang sebagai nutrisi yang bisa menjaaga kesehatan Lambung.  

 

Mengapa pisang mentah bisa efektif mengatasi berbagai gangguan pada lambung?

 

Hal ini karena pada pisang mentah terkandung nutrisi yang bernama pektin dan phosphatidylcholine yang mampu menguatkan lapisan mukofosfolipid yang melindungi lambung.

 

Dari berbagai riset,  diketahui bahwa pisang mentah juga mengandung flavonoid alami, yaitu leucocyanidin, yang memiliki peran untuk melindungi mukosa lambung dari terjadinya erosi. Leucocyanidin terbukti dapat melindungi mukosa lambung pada erosi lambung yang disebabkan oleh aspirin dengan cara meningkatkan ketebalan mukus.

 

Selain itu, di dalam pisang mentah juga terkandung suatu nutrisi yang bernama quercetin. Quercetin memiliki efek anti bakteri dan anti inflamasi. Quercetin juga telah terbukti dapat melindungi mukosa gastrointestinal dari lesi akut yang diinduksi oleh berbagai agen nekrotik, termasuk akibat dari penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) maupun akibat dari infeksi bakteri Helicobacter Pylori.

 

Komponen bioaktif leucocyanidin dan quercetin yang terkandung dalam pisang merupakan suatu scavenger radikal bebas yang di nilai efisien dalam mereduksi sekresi histamin dari sel mast, sehingga efektif dapat melindungi mukosa lambung dari ulserogenesis. Histamin adalah suatu zat kimia berupa senyawa amina nitrogen yang di produksi oleh sel tubuh sebagai respon imun untuk mengeluarkan benda asing atau karena adanya infeksi. Namun jika jumlahnya terlalu berlebihan, histamin bisa menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh.

 

Pisang memang dikenal memiliki kandungan fitokimia yang kaya. Komponen-komponen fitokimia yang terkandung dalam pisang diantaranya adalah tannin, terpenoid, saponin, alkaloid dan flavonoid. Beberapa hasil riset menyebutkan bahwa komponen fitokimia tersebut memiliki peran penting sebagai agen gastroprotektif, yaitu melalui mekanisme menstimulasi pertumbuhan mukosa pada lambung.

 

Flavonoid dikenal sebagai zat anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, antihiperglikemik, dan antiulserogenik. Alkaloid dilaporkan sebagai anti-diabetik, anti-inflamasi, dan antioksidan sedangkan saponin menunjukkan efek anti-diabetik.

Dalam penelitian lainnya telah dbuktikan bahwa ekstrak etanol pada buah pisang ternyata memiliki efek gastroprotektif (Pelindung Lambung) yang signifikan dan dapat membantu penyembuhan ulkus dengan mekanisme yang sama dengan prostaglandin.

Salah satu efek pemberian ekstrak buah pisang pada pasien penderita gangguan pada lambung adalah terjadinya penurunan produksi TNF-α dan IL-1ß.

 

TNF-α dan IL-1ß pada jaringan epitel lambung merupakan suatu sitokin yang diproduksi sebagai respon karena adanya inflamasi pada permukaan permukaan epitel. Penyebab inflamasi tersebut bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi dari bekteri Helicobacter pylori di permukaan epitel. TNF-α dapat mengakibatkan up-regulation sitokin dan mediator pro-inflamasi lainnya dan dengan demikian menyebabkan kerusakan jaringan melalui peningkatan IL-1ß dalam serum yang berangsur-angsur dan inducible nitric oxide synthase (iNOS).

 

IL-1ß yang sebagian besar diproduksi oleh sel-sel inflamasi seperti monosit atau makrofag memiliki banyak peran dalam proses inflamasi. Sitokin ini berperan dalam proliferasi set T dan sel B, mengaktivasi neutrofil, meningkatkan adhesi molekul endotel, dan menstimulasi sintesis beberapa sitokin termasuk dirinya sendiri. Adhesi yang meningkat antara sel endotel dan leukosit meningkatkan migrasi leukosit ke lokasi yang mengalami inflamasi dan dapat menimbulkan kerusakan jaringan.

 

Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa setelah administrasi IL-1ß, neutrofil berakumulasi di mukosa yang rusak dan epitel terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya rekurensi pada ulkus yang sudah sembuh.

Pentoxifylline yang merupakan inhibitor TNF-α dapat mempercepat penyembuhan ulkus dengan menginhibisi produksi TNF-α sehingga mungkin salah satu mekanisme antiulserogenik pisang adalah dengan menurunkan produksi TNF-α.

 

Selain meningkatkan ketebalan mukosa, pisang juga secara signifikan dapat meningkatkan [3H] thymidine, kemudian menggabungkannya ke DNA mukosa. Pemberian pisang sebagai antiulserogenik pada ulkus gaster yang diinduksi OAINS dapat berperan sebagai profilaksis ataupun kuratif.

Sebagai profilaksis, pisang dikonsumsi sebelum mengonsumsi obat-obatan OAINS seperti aspirin.

 

Bukti Ilmiah Khasiat Pisang Dapat Menyembuhkah Ulkus di Lambung

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Azrie Izzatul Jannah (2015)  dapat menjadi suatu referensi tentang efektifitas buah pisang dalam menyembuhkan ulkus. Penelitiannya adalah dengan cara mengekstrak pisang ambon mentah untuk diambil zat yang bersifat anti ulserogeniknya dan diberikan pada mencit yang diinduksi aspirin. Untuk menilai hasilnya dilakukan pengukuran indeks ulkus pada lambung mencit, penimbangan berat mukosa,dan melihat pengaruhnya terhadap sitokin. Hasilnya ekstrak pisang yang mengandung leucocyanidin dan quercetin dapat menurunkan indeks ulkus, mempertebal mukosa,dan menurunkan sekresi sitokin proinflamasi seperti TNF-αdan IL-1ß sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat dua efek yang diberikan pisang terhadap penyakit ulkus gaster yaitu efek profilaktik sebagai pencegahan terjadinya penyakit tersebut dan efek kuratif sebagai usaha penyembuhan

 

Kelebihan penggunaan pisang sebagai antiulserogenik adalah tidak ditemukannya efek samping meski kemampuan menyembuhkan ulkusnya cukup bagus. Dibandingkan dengan Alumunium hidroksida (Al(OH3)), pisang terbukti lebih efektif sebagai antiulserogenik. Dalam sebuah penelitian lain, pisang ternyata dapat menurunkan indeks ulkus lebih besar dibandingkan Al(OH3).

 

Pada penelitian yang sama, pisang juga terbukti dapat mencegah terjadinya penurunan ketebalan mukosa lambung yang diakibatkan oleh aspirin.

Bahkan penurunan produksi TNF-α oleh pisang tersebut ternyata lebih besar dibandingkan dengan penggunaan obat omeprazol.

Dari uraian di atas kita menjadi paham dengan kehebatan dari khasiat yang terkandung dari pisang mentah namun masalahnya adalah mengkonsumsi pisang mentah tentunya bukan sesuatu yang menyenangkan. Untuk itulah mengapa Produsen Konsep Karnus telah  membuat sebuah produk Nutrisi yang salah satu bahan baku utamanya adalah buah pisang mentah jenis khusus yang di proses dengan teknologi modern dan higienis, yaitu Produk Alga Gold

 

Referensi:

Azrie Izzatul Jannah, Reni Zuraida. Pisang sebagai Anti Ulserogenik pada Ulkus Gaster akibat Induksi OAINS. MAJORITY I Volume 5 I Nomor 4 I Oktober 2016 I 28