Artikel

Berpuasa itu Menyehatkan tapi kenapa banyak yang sakit setelah lebaran?

    Dibaca 840 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling di tunggu oleh umat islam di seluruh penjuru dunia. Karena bulan ramadhan diyakini sebagai bulan yang penuh Rahmat, Ampunan dan Keberkahan. Selama satu bulan penuh umat islam akan menjalankan ibadah berpuasa.

 

Saat menjalankan ibadah berpuasa, tubuh sebenarnya akan mengalami berbagai perubahan sesuai dengan lamanya berpuasa. Karena pada saat tersebut tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sama sekali, yakni sekitar 11 sampai 20 jam sehingga menyebabkan badan terasa lemah, lapar, haus dan merasa capek. Padahal aktivitas atau rutinitas sehari-hari harus tetap berjalan seperti biasanya. Meskipun terlihat berat dan menderita, tapi umat islam merasa senang kalau bisa menjalankan ibadah puasa tersebut secara paripurna. Terdapat kepuasan nikmat batiniah dan spiritual yang tinggi apabila umat islam bisa sukses menjalankan ibadah puasa dan segala rangkaian ibadah yang mengiringinya seperti melaksanakan sholat tarawih, tahajud, memperbanyak sedekah, tadarus alquran, itikaf dan ibadah di malam lailatul qodar. Karena selain berpahala besar, berpuasa juga ternyata juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

 

Lama Waktu berpuasa

Lama waktu berpuasa Ramadhan di dunia cukup bervariatif, di Indonesia rata-rata lama berpuasa per harinya adalah sekitar 13 jam. Sedangkan di negara lain, lama waktu rata-rata berpuasa adalah berbeda-beda tergantung dari letak geografisnya, diantaranya sebagai berikut: Lama puasa di Arab saudi rata-rata sekitar 14 jam,  Amerika Serikat, Perancis dan Turki sekitar 16 jam, Inggris dan Jerman sekitar 18 jam, Australia dan Afrika selatan sekitar 11 jam dan Norwegia, Finlandia dan Greenland sekitar 20 jam.

 

Tubuh manusia sebenarnya memerlukan waktu delapan jam untuk menyerap nutrisi dari makanan terakhirnya. Artinya secara teknis lambung dan usus halus sebenarnya belum mengalami kosong dari makanan sampai delapan jam berikutnya setelah mengkonsumsi makanannya yang terakhir. Baru setelah itu, saat usus halus selesai dan berhenti menyerap berbagai nutrisi atau zat gizi dari makanan tersebut, tubuh pun mulai mengalami kekosongan dari makanan. Padahal suplai nutrisi makanan untuk semua aktivitas sel harus tetap berjalan.

 

Detosifikasi Tubuh saat menjalankan Puasa

Karena sudah tidak ada lagi sisa makanan di lambung, maka tubuh akan mulai mengandalkan glikogen, yaitu cadangan glukosa yang tersimpan di dalam hati dan otot, untuk melaksanakan proses metabolisme energi dalam tubuh. Dalam  keadaan  normal,   ketika   tidak berpuasa, gula darah atau glukosa akan disimpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen sebagai cadangan energi.

 

Apabila cadangan glukosa tersebut sudah habis, maka tubuh  selanjutnya akan menggunakan cadangan lemak sebgai bahan baku metabolisme untuk menghasilkan sumber energi kehidupan. Penggunaan lemak sebagai  sumber  energi  akan  membantu  penurunan berat badan, mengencangkan otot dan dalam jangka panjang dapat mengurangi kadar kolesterol. Berdasarkan pemahaman ini, maka bisa dikatakan bahwa berpuasa sebenarnya sangat baik bagi orang yang mengalami obesitas, hiperkolestrol, dan yang mengalami hiperglikemia.

 

Dipecahnya  lemak  tubuh  selama  puasa  juga  akan  mengaktifkan   proses   detoksifikasi   karena setiap racun  yang  tersimpan  dalam  lemak  dilarutkan  dan  dibuang  sehingga  tubuh  terbebaskan  dari berbagai macam penyakit. Ketika puasa, saluran pencernaan kita sedang berada dalam fase istirahat atau jeda dari rutinitas mencerna  dan  menyerap  makanan.  Saat  fase  istirahat  ini,  sel-sel yang bermasalah dalam  pencernaan  sedang  mengalami proses perbaikan  atau  peremajaan sehingga saluran cerna  bisa  berfungsi  dengan  baik  kembali.  Selain  itu,  berpuasa  dapat meningkatkan kadar hormon endorfin dalam darah.  Hormon ini mampu menimbulkan perasaan senang, tenang, dan nyaman. Artinya adalah orang yang menjalankan ibadah berpuasa selama sebulan penuh tentunya akan mendapatkan manfaat Kesehatan.

 

Tapi masalahnya kenapa banyak orang yang sudah menjalankan ibadah berpuasa selama satu bulan penuh justru banyak yang sakit setelah lebaran?

 

Menurut KONSEP KARNUS, Puasa  Ramadhan memang benar dapat meningkatkan  kesehatan  seseorang yang menjalankannya ,  tetapi  jika  tidak  diikuti dengan pola kebiasaan makan dan perilaku yang benar maka pola kebiasan buruk yang dilakukan selama bulan ramadhan tersebut justru akan menyebabkan gangguan pada kesehatan.  BUKAN karena PUASAnya. Oleh  karena  itu, diet  seimbang  dengan  jumlah  nutrisi  yang  memadai  sangat  penting   selama   menjalankan puasa di bulan ramadhan. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari ibadah berpuasa,  seseorang  harus memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang akan dinikmati saat berbuka dan sahur. Pola  makan  harus  sederhana  dan tidak terlalu berbeda dari pola makan normal sehari-hari. Berhenti makan sebelum kenyang.

 

Dua waktu yang paling di tunggu oleh kebanyakan umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah waktu berbuka puasa dan  waktu lebaran.  Saat berbuka puasa seringkali tanpa di sadari kita berbuka dengan hidangan yang berlebihan. Begitu banyak variasi makanan dengan jumlah yang sangat banyak juga. Kemudian makan sebanyak-banyaknya sampai mengalami kekenyangan. Padahal kebiasan makan sampai kenyang adalah bukan kebiasan yang baik. Karena lambung akan di paksa untuk bekerja keras mengurai makanan tersebut. Padahal sebelumnya saat menjalankan puasa, lambung baru saja beristirahat dari mengurai makanan.

 

Jenis makanan pembuka puasa sebelum mengkonsumsi hidangan makan utama yang  sangat diperlukan orang yang berbuka puasa sebaiknya adalah jenis-jenis makanan yang mengandung gula, atau zat cair yang mudah dicerna oleh tubuh dan langsung cepat diserap oleh  saluran  pencernaan serta sebagai penghilang dahaga. Makanan yang mengandung   gula    bukan  berarti  makanan   yang  selalu berasa  manis.   Usus   membutuhkan   waktu  kurang  lebih  selama  5  menit   untuk   menyerap  air  yang mengandung gula. Hal ini dapat dengan cepat memperkuat tubuh yang sedang lemah. Sedangkan makanan yang kurang mengandung unsur gula, seperti gorengan, mie atau nasi baru akan mulai  diserap setelah 3-4 jam kemudian.

 

Setelah berbuka dengan menikmati hidangan awal pembuka puasa sebaiknya shalat  maghrib  terlebih dahulu sebelum melanjutkan dengan mengkonsumsi hidangan utama. Agar tubuh mendapatkan  jeda  sehingga  tidak  mengalami shock saat lambung tiba-tiba terisi penuh oleh berbagai jenis makanan.  Tubuh  paling tidak membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk siap bekerja secara optimal setelah beristirahat seharian dari aktivitas mencerna makanan. Mengkonsumsi  makanan dalam  jumlah besar dan cepat tentu dapat  mengganggu organ  tubuh  khususnya adalah lambung dan organ pencernaan lainnya.

 

Makan Secukupnya dengan Variasi Makanan Yang Seimbang

Hidangan berbuka puasa sebaiknya mengandung komposisi gizi yang seimbang, mengandung karbohidrat, protein, sedikit lemak, mengandung vitamin dan mineral. Apabila variasi makanannya dominan mengandung karbohidrat dan gula maka bisa menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Misalnya saat sedang lapar setelah seharian berpuasa, tiba-tiba saat berbuka tubuh sudah di penuhi oleh  berbagai  jenis macam  makanan yang banyak mengandung gula sederhana, seperti :  sirup,  air  es  buah,  kuah  kolak,  dan  kuah cendol bahkan hidangan makanan utamanya pun dominan karbohidrat dan sangat minim mengandung protein, vitamin dan mineral maka itu akan membuat gula darah kita naik secara drastis. Hal  tersebut tentunya akan menjadi tidak  baik  bagi  kesehatan terutama  bagi  penderita  diabetes.  Bukan  hanya  bagi  penderita  diabetes,  bahkan yang  tidak   memiliki resiko  diabetes  pun  bisa menjadi beresiko karena kadar glukosa dalam darahnya  meningkat pesat. 

Dan saat  kadar glukosa tubuh mengalami kenaikan, insulin akan segera dikeluarkan oleh kelenjar pankreas dalam jumlah yang besar untuk segera memetabolisme glukosa di dalam sel. Namun karena jumlah glukosa yang melebihi jumlah insulin yang mampu di sekresikan oleh kelenjar pankreas maka menyebabkan sebagian dari glukosa tersebut tidak  mampu terserap oleh sel dan menyebabkan terjadinya penumpukan glukosa di dalam darah.  Untuk  menyimpan  kelebihan glukosa tersebut  maka tubuh  akan merubah kelebihan glukosa ke dalam bentuk lemak dan di simpan di jaringan adiposa.  Semakin banyak penumpukan jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh maka akan menyebabkan terjadinya obesitas dan terjadinya stress oksidasi yang memicu berbagai kerusakan di dalam tubuh.

 

Sebagai umat Islam yang baik,  tentu kita  mengetahui  bahwa  berlebih-lebihan  dalam  segala sesuatu termasuk juga dalam hal makanan akan menyebabkan kerugian, tidak hanya merusak tubuh  tapi  juga  melanggar  syariat  yang  Allah  tetapkan,  seperti termuat dalam surat Thaha  ayat 81 berikut:

                      

Artinya:

“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia”

 

Pada waktu lebaran idhul Fitri, biasanya masyarakat di Indonesia menyediakan banyak sekali hidangan makanan untuk menyambut hari kemenangan, setelah bersusah payah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bukan hanya jenis kue-kue-an saja tapi juga berbagai menu makanan yang berbahan baku dasar dari daging yang juga mengandung banyak lemak. Daging sulit dicerna dan mengandung banyak kalori sehingga akan meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh. Seperti semur daging, kare ayam, gulai dan oseng-oseng jeroan daging kambing atau sapi. Semua hidangan tersebut sangat menggiurkan sehingga seringkali kita menjadi lupa dan tidak terkontrol untuk memakannya

 

Tidak heran, ini membuat berat badan banyak masyarakat bertambah drastis dan kolesterolnya pun menjadi naik setelah merayakan lebaran idhul Fitri. Padahal sebelumnya sudah berpuasa sebulan penuh dengan mengurangi makan dan minum.

Setiap tahun hampir selalu terjadi peningkatan jumlah pasien di setiap rumah sakit pasca-Lebaran. Bahkan pada tahun 2019 terjadi peningkatan sampai 20% untuk pasien yang menderita diabetes, hipertensi dan dan gangguan pecernaan.          

 

Agar berat badan dan komposisi lemak tubuh tidak melonjak naik serta terhindar dari gangguan penyakit pasca lebaran, maka sebaiknya harus memperhatikan jumlah asupan makanan khususnya yang  berlemak agar tetap terkontrol. Sebenarnya tidak semua makanan berlemak itu buruk, asalkan tidak berebihan maka lemak juga akan bermanfaat untuk tubuh.

 

Lemak sebenarnya adalah salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Namun jumlahnya tidak boleh berlebihan karena proses metabolisme lemak memerlukan waktu yang lebih lama di banding metabolisme karbohidrat dan protein. Apabila jumlahnya  berlebihan maka lambung akan mengalami kesulitan untuk memecah lemak dan memetabolismenya sehingga bisa menyebabkan terjadinya penumpukan limbah lemak di dalam aliran darah dan menyebabkan gangguan pada kesehatan.

 

Tetap Selalu Memperhatikan dan Menjaga Kesehatan Organ Lambung

Agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan pasca lebaran maka menurut KONSEP KARNUS, organ lambung yang berperan sebagai Garda terdepan dalam menguraikan makanan harus selalu dalam keadaan sehat dan kuat. Oleh karena itu harus bisa menjaga dan melindunginya.

Apabila lambung  dalam keadaan sehat dan kuat maka proses metabolisme makanan dalam tubuh akan terjadi secara sempurna. Hasil kerja lambung adalah terbentuknya glukosa dan asam amino serta pemecahan molekul lemak ke dalam molekul-molekul yang lebih kecil. Glukosa selanjutnya akan di konversi menjadi ATP sedangkan asam amino akan dikonversi menjadi hormon atau enzim yang berperan sebagai katalis dari berbagai reaksi metabolisme di dalam tubuh.

 

Perlu di pahami bahwa semua proses di dalam tubuh manusia adalah sangat lambat apabila tidak di bantu oleh suatu katalis yang berupa enzim. Contohnya adalah pada reaksi perubahan glukosa menjadi acetyl CoA, jika tidak di katalis oleh enzim-enzim, maka reaksi tersebut bisa berlangsung sangat lama sampai puluhan jam bahkan mungkin tidak akan berlangsung sama sekali.

Analoginya, misal pada kasus mesin kendaraan bermotor. Meskipun bensinnya tersedia namun karena businya bermasalah, maka pastinya mesin tidak akan menyala walaupun kendaraannya sudah di starter. Karena tidak terjadi proses pembakaran bahan bakar bensin di ruang pembakaran mesin, karena businya mengalami masalah. Busi di sini di analogikan sebagai enzim katalis di dalam tubuh manusia.

 

Perlu kita pahami bahwa apabila kinerja lambung dalam kondisi kurang baik lalu di paksa untuk mengurai banyak molekul makanan yang berupa lemak maka proses makanannya tersebut akan menjadi tidak sempurna. Lambung terpaksa akan mengeluarkan asam lambung dalam jumlah yang sangat banyak. Sehingga akan terjadi ketidakseimbangan di dalam sistem tubuh.  Selain mengakibatkan rasa sakit dalam jangka pendek, dalam jangka panjang apabila permasalahan di lambung tersebut tidak di tangani secara tepat dan bijaksana maka bisa menyebabkan proses produksi nutrisi makanan untuk sel menjadi tidak optimal. Sehingga pasokan nutrisi sel akan terganggu. Sel akan mengalami kekurangan nutrisi sehingga mengakibatkan berbagai jaringan sel tidak dapat berfungsi secara optimal. Apabila berlangsung lama dan terus menerus maka bisa menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, yaitu terjadinya kerusakan pada jaringan sel bahkan resiko kematian sel.

 

Selain itu, karena proses penguraian makanan mengalami gangguan maka output nutrisi nya pun menjadi tidak sempurna. Efisiensi output nutrisi menjadi rendah, bahkan karena terdapat banyak  lemak, maka molekul lemak tersebut menjadi tidak bisa di urai secara sempurna di dalam darah, karena molekulnya  tidak bisa di pecah secara baik oleh lambung.

 

Selain itu karena salah satu peran utama lambung adalah mengaktifkan enzim pepsin yang mengubah protein menjadi asam amino. Karena lambungnya sedang dalam keadaan terganggu maka lambung tidak akan bisa sempurna mengurai protein menjadi asam amino. Tubuh akan mengalami kekurangan asam amino. Sisa protein akan banyak terbuang melalui feses. Sebagai ciri dari limbah protein yang tidak bisa di uraikan secara sempurna adalah kentut dan fesesnya menjadi sangat bau dan menyengat.

 

Padahal salah satu fungsi utama dari asam amino adalah sebagai bahan untuk membentuk hormon dan enzim termasuk enzim lipase yang berguna untuk menguraikan lemak (trigliserida) menjadi asam lemak dan trigliserol. Asam lemak dan trigliserol inilah yang nantinya akan dimetabolisme di dalam sel menjadi sumber energi dan untukkeperluan lainnya.

Karena lambung mengalami gangguan maka otomatis akan mengganggu pada proses penguraian lemak juga, sehingga lemak akan menumpuk di dalam darah sehingga akan mengganggu sistem peredaran darah. Aliran darah menjadi kurang lancar, bahkan mulai muncul flak  yang menempel di dinding saluran peredaran darah sehingga luas penampang saluran peredaran darah akan menyempit. Karena saluran darah menyempit maka transportasi nutrisi yang di bawa oleh darah pun menjadi semakin kurang lancar. Akibatnya  Sel akan semakin kekurangan nutrisi dan menyebabkan terjadinya gangguan proses metabolisme di dalam tubuh yang selanjutnya akan  mempengaruhi pada kinerja fungsionalitas sel, organ bahkan sistem di dalam tubuh.

 

“Kegagalan proses pencernaan di lambung akan berakibat pada ketidak sempurnaan proses transport nutrisi makanan dan metabolism pada tingkat sel. Jika hal ini dibiarkan, maka akan terjadi metabolic syndrome yang mengakibatkan berbagai penyakit degenerative”

 

Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi gangguan pada lambung tersebut, maka KONSEP KARNUS telah menformulasi suatu nutrisi yang dapat digunakan untuk menjaga dan memperbaiki kerusakan pada lambung. Nutrisi ini juga di sinyalir dapat memperbaiki kadar gula darah, menurunkan LDL, trigliserida dan kholesterol serta memperbaiki aliran darah di berbagai saluran perifer. Nutrisi tersebut adalah produk yang bernama Alga Gold atau AG. Apa saja kelebihan dari produk tersebut, dapat di lihat dalam artikel berikut ini.