Untuk mengetahui apakah seseorang berada di  fase normal, prediabetes atau bahkan diabetes, maka perlu dilakukan pengukuran terhadap kadar glukosa darahnya. Standar pengukuran kadar glukosa darah biasanya dengan menggunakan  2 kriteria, yaitu kriteria Glukosa Puasa Terganggu ( GPT ), dan  Toleransi Glukosa Terganggu ( TGT ).

Toleransi glukosa yang terganggu (TGT) dan glukosa puasa yang terganggu (GPT) adalah kondisi peningkatan kadar glukosa darah di atas kisaran normal dan di bawah ambang diagnostik diabetes yang direkomendasikan seperti dalam Gambar di atas.

Seorang pasien masih dikatakan normal, jika batas nilai pengukuran kadar glukosa darah puasa-nya masih berada di bawah  100 mg/dL, dan atau nilai kadar glukosa setelah 2 jam makan yang terukur  masih berada di bawah 140 mg/dL. 

Seseorang sudah bisa di vonis mengidap diabetes, jika kadar glukosa puasa yang terukurnya  adalah ≥ 126 mg/dL dan atau kadar glukosa terukur setelah 2 jam makan adalah ≥ 200 mg/dL.

Jadi seseorang dikatakan berada pada Fase prediabetes adalah apabila kadar glukosanya terletak diantara kedua keadaan tersebut, yaitu terletak antara sekitar 100 – 125 mg/dL untuk GDPT  dan sekitar 140 – 199 mg/dL untuk TGT.

Jenjang Karir Penyakit Diabetes

Ternyata terjadinya penyakit diabetes itu tidaklah instan. Proses perjalanan terjadinya penyakit diabetes dari awal dia mengalami fase prediabetes hingga benar-benar divonis diabetes itu memerlukan waktu yang panjang bahkan mungkin saja memerlukan waktu hingga puluhan tahun, tergantung dari pola dan gaya hidupnya.

Jenjang karir diabetes

 

Saat dalam keadaan masih kondisi sehat, kita mungkin masih bisa makan banyak jenis makanan dengan rasa enak, gula darahnya masih dalam keadaan normal, trigeliseridenya juga  masih normal, asam urat-nya juga jumlahnya masih normal, tubuh kita juga masih terasa fit dan bugar. Kemudian pada usia mungkin sekitar di atas 31 tahun ke atas, karena pola hidup dan pola makan yang tidak seimbang, tubuh kita mungkin sudah mulai mengalami kenaikan kurang fit, Trigliserida mulai naik turun,  kholesterol meningkat, tensi mulai abnormal, asam urat juga naik turun, meskipun kadar gula darah belum meningkat parah namun sudah mulai mengalami hyperinsulinemia. pada kondisi ini  pankreas telah mulai bekerja keras untuk memproduksi insulin. Barulah setelah pankreas sudah tidak mampu lagi memroduksi jumlan insulin dalam jumlah normal bahkan nol, maka itu artinya sudah masuk pada fase diabetes tipe 2. Pada tahap ini, kadar gula darah meningkat pesat,  Trigliserida, asam urat dan kholesterol sudah serentak tinggi, hidup sudah mulai bingung dan mengalami komplikasi penyakit.

Prevalensi penderita Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) saat ini disinyalir terus meningkat setiap tahunnya. Artinya potensi peningkatan kasus diabetes di beberapa waktu yang akan datang diperkirakan akan meningkat pesat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi penderita TGT di wilayah perkotaan Indonesia sudah mencapai angka 29,9 persen. Informasi ini dapat menunjukan bahwa dalam beberapa tahun ke depan angka penderita diabetes kemungkinan besar akan meningkat sebesar 29% apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Penderita TGT kemungkinan besar akan berkembang menjadi Diabetes tipe 2 apabila tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu upaya pencegahan agar TGT tidak berubah menjadi Diabetes  tipe 2 itu sangatlah penting sekali.  Diantaranya adalah melalui pengaturan pola makan yang sehat dan seimbang, olahraga yang teratur, mempertahankan berat tubuh normal dan menghindari kebiasaan buruk lainnya seperti merokok dan minum-minuman yang memabukan.


Baca Juga