Istilah Diabetes Melitus mulai diperkenalkan pada tahun 1425-1675, meskipun istilah Diabetes sebenarnya pertama kali sudah dilontarkan sejak abad 250 sebelum masehi oleh Apollonius dari Mesir,  saat sebuah teks medis dari Inggris menyebut kata “Diabetes” kemudian seorang dokter yang bernama dr.Thomas Willis menambahkan kata “Melllitus” pada tahun 1675. Hal tersebut karena berkaitan dengan kondisi kencing pasien diabetes yang manis dicirikan dengan bekas kencingnya yang dikerumuni oleh semut.

Semenjak banyak masyarakat yang mulai ramai memperbincangkan penyakit diabetes, maka  penyakit ini pun semakin menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Bagaimana tidak, penyakit diabetes mudah dikenal karena efek komplikasinya yang menakutkan. Penyakit yang dapat membuat dampak pada turunnya kualitas hidup bagi orang-orang yang mengidapnya.  Matanya mengalami kebutaan, penyakit kaki yang membusuk, luka yang tak kunjung sembuh bahkan sampai membau dan busuk, gagal jantung, gagal ginjal, impotensi dan berbagai penyakit mengerikan lainnya. Kesehatan pasien akan terus menurun drastis, kemudian mengalami kerusakan multi organ, stroke bahkan kematian. Hal itulah yang membuat penyakit Diabetes ini betul-betul menjadi momok masyarakat, bahkan bagi kalangan medis itu sendiri, karena secara medis kedokteran penyakit ini masih belum diketahui jelas tentang bagaimana cara penanganannya yang efektif.

Pada tahun 1919 seorang dokter yang bernama dr. Frederick Allen dari Rockefeller Institute New York menerbitkan aturan ketat bagi penderita Diabetes, yaitu membatasi makanan yang mengandung tinggi karbohidrat atau glukosa serta pola hidup sehat yang ketat, bahkan dengan cara mengkondisikan seseorang sengaja dibuat kelaparan.

Pada masa itu, cara tersebut adalah satu-satunya cara pengobatan yang efektif, namun ternyata, meskipun sudah menerapkan diet ketat dengan penuh kedisiplinan tinggi tapi hasilnya ternyata pasien masih tetap mengalami komplikasi penyakit (kegagalan kesembuhan).

Diabetes Saat Ini

Semakin tahun prevalensi penyakit Diabetes Mellitus ternyata semakin meningkat. Pada tahun 2019, diperkirakan ada sekitar 470 juta penduduk dunia yang mengalami diabetes. Indonesia saja pada tahun 2017, telah menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, yakni 10,3 juta pasien dan diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045. Berdasarkan fakta di atas, bisa diketahui bahwa angka penderita diabetes tergolong tinggi. Fakta tersebut membuat rasa khawatir bagi sebagian besar masyarakat dan pihak pemerintahan.

 

Stop diabetes, penyakit penyebab kematian yang tinggi

 

Penyakit diabetes  mellitus telah menimbulkan banyak kerugian, seperti kerugian finansial, terjadinya penurunan kualitas hidup penderita, stress bagi anggota keluarga, serta menyebabkan terjadinya kematian dini bagi penderita diabetes yang sudah mengalami komplikasi penyakit.

Menurut International Diabetes Federation (2013) penyakit Diabetes memiliki beberapa dampak kerugian ekonomi sosial khususnya bagi pasien dan keluarganya, yaitu karena terjadinya peningkatan biaya obat dan terapi perawatan, kehilangan produktivitas tenaga kerja dan terjadinya penurunan kemampuan ekonomi.

Pada tahun 2011, biaya perawatan penyakit Diabetes mencapai USD 465 milyar dan akan semakin terus meningkat biayanya menjadi USD 595 milyar pada tahun 2030. Diabetes diprediksi dapat menambah beban biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk pengobatan Diabetes di Indonesia sebanyak USD 1,27 milyar yang akan terjadi pada tahun 2020.


Baca Juga