Sejarah Konsep Karnus

Tahun 2004

Riset teknologi produksi kolagen tulang sapi skala industri, dengan invensi percepatan reaksi hidrolisis molekul kolagen triple helix dari ukuran 3.000.000 dalton menjadi 1.000 – 3.000 dalton secara langsung dan non enzimatik dalam waktu 4 jam.

Tahun 2006

  • Mengimplementasikan hasil riset proses produksi kolagen tulang sapi skala laboratorium menjadi skala industri, dimana alur proses produksinya berbeda dengan proses produksi kolagen di negara lain. Proses produksi meliputi 7 tahap yaitu degreasing, demineralisation, Partial hydrolysis, molecular purification with ion exchange, evaporation, sterilization, drying & packing.
  • Pabrik kolagen tulang sapi ini menjadi pabrik kolagen pertama di Indonesia dan masih satu-satunya di Asia Tenggara.
  • Riset pembuatan pakan ternak organik berbasis single cell protein menggunakan bahan baku rendah protein yang melimpah di Indonesia (singkong dan limbah inti sawit) untuk unggas dan ruminansia
  • Riset ekstraksi minyak dan lemak dari lemak nabati (castor oil) dan lemak hewati (lemak sapi dan kambing) sebagai bahan bakar mesin (biodiesel)

Tahun 2007

  • Riset dan penerapan peternakan ayam pedaging tanpa vaksin, antibiotik, dan growth promotor
  • Riset teknologi trans esterifikasi dari crude palm oil, minyak jelantah, lemak hewani menjadi biodiesel secara cepat tanpa menggunakan sentrifugasi
  • Aplikasi 100% biodiesel hasil teknologi trans esterifikasi tanpa sentrifugasi pada kendaraan diesel selama satu tahun
  • Riset penerapan molecular sieving alkohol hasil fermentasi serealia (sorghum) dari kadar 70% menjadi 95% menggunakan modified collagen

Tahun 2011

Riset pengaruh konsumsi kolagen murni terhadap pasien penderita penyakit degeneratif (penyakit osteoporosis, osteoarthritis, diabetes), pasien patah tulang, dan lain-lain.

Tahun 2014

  • Riset formulasi beberapa produk pangan fungsional berbahan baku utama kolagen sapi halal dengan ingredien alami lainnya yang mempunyai manfaat terhadap kesehatan seperti bekatul, tepung pisang, oat, mineral alga, teh hitam, teh hijau, bunga rosella, kopi dan jahe merah.
  • Riset pengaruh konsumsi beberapa produk pangan fungsional berbahan baku utama kolagen sapi halal dan ingredien fungsional lainnya terhadap pasien penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, osteoporosis, osteoarthritis, maag, kista, mioma, endometriosis, dan beberapa jenis kanker.

Tahun 2017

Berdasarkan berbagai riset yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, akhirnya ditemukan suatu kajian ilmiah tentang konsep terbaru dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif dan kanker yang dinamakan Konsep Karnus. Konsep Karnus  pada saat itu mengkaji beberapa hal yaitu:

  • penanganan penyakit degeneratif dan kanker saat ini
  • menjelaskan peran organ lambung dan akibatnya jika lambung bermasalah
  • menjelaskan penyebab terjadinya penyakit degeneratif dan kanker menurut Konsep Karnus
  • memberikan solusi penanganan penyakit degeneratif dan kanker berdasarkan Konsep Karnus
  • menjelaskan bagaimana mencegah dan menangani penyakit degeneratif dan kanker menurut Konsep Karnus
  • menampilkan data-data kesembuhan pasien yang telah menerapkan Konsep Karnus

Pendaftaran 4 paten tentang Konsep Karnus :

  • Metode penyembuhan penyakit degeneratif
  • Metode penyembuhan penyakit kanker
  • Komposisi sereal untuk memperbaiki fungsi lambung
  • Komposisi teh hijau untuk pembersih darah

Tahun 2018

Riset aplikasi Konsep Karnus terhadap berbagai penyakit degeneratif dan pertumbuhan sel abnormal.

Tahun 2019

  • Diselenggarakan Kuliah Konsep Karnus untuk pertama kalinya dan berlangsung secara rutin di setiap tahunnya.
  • Kajian ilmiah Konsep Karnus semakin berkembang dan dapat memberi solusi segala permasalahan kesehatan.

Konsep Karnus

Cara Cerdas untuk Sehat