Artikel

Komponen aktif isoquercitrin yang terkandung dalam AG sereal terbukti efektif mengatasi GERD dan ulkus gastritis atau penyakit maag

    Dibaca 347 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Kajian Jurnal Penelitian:

Kemampuan Isoquercitrin yang kuat untuk menghambat terjadinya  GERD dan Gastritis

 

 

Tujuan

Mengukur kemampuan dari isoquercitrin terhadap penghambatan gastro esofagus refluks dan ulkus gastritis

 

 

Latar Belakang

Penyakit Refluks Gastro Esofagus (GERD) dan Gastritis termasuk penyakit yang seringkali dijumpai di tengah masyarakat.  Penyakit GERD dan gastritis keduanya memiliki gejala yang hampir sama, yaitu terasa sakit di bagian dada (heart burn), muncul rasa mual, dada terasa perih.

 

Namun berbeda dengan penyakit gastritis, pada penyakit GERD,  kerongkongan pasien penderitanya biasanya terasa panas, dan  seringkali merasa sakit saat menelan makanan, mulutnya terasa asam, sering bersendawa, dan sering mengalami radang tenggorokan.

 

Penyebab kedua penyakit tersebut adalah sama, yaitu karena adanya sekresi asam lambung yang berlebihan yang melebihi kemampuan daya tahan dari mukosa lambung. Sekresi asam lambung yang berlebihan itulah yang memainkan peran kunci terhadap terjadinya kerusakan pada mukosa lambung. Tejadi luka pada dinding lambung. Oleh sebab itu, wajar kalau andalan pengobatan medis saat ini untuk mengatasi kedua penyakit tersebut, umumnya adalah dengan cara melakukan penetralan dan  penekanan sekresi asam lambung.

 

 

Isoquercitrin

 

 

 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh YS Min (2009), diperoleh hasil bahwa isoquercitrin atau iso quercetin yaitu Quercetin-3-O-β-D-Glucuronopyranoside ternyata memiliki efek kuat terhadap penghambatan terhadap terjadinya GERD dan Gastritis.  Zat aktif Quercetin-3-O-β-D-Glucuronopyranoside adalah salah satu dari sekian banyak komponen bioaktif dari produk AG sereal dan merupakan suatu flavonoid. Flavonoid adalah molekul bioaktif kuat yang memiliki efek antioksidan dan memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan antikanker.

 

 

 

Salah satu komponen bioaktif yang terdapat dalam produk AG sereal yang digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan penyakit organ lambung adalah quercetrin dan isoquarcitrin, yaitu zat aktif yang menjadi salah satu bahan utama dari komposisi AG sereal yang berbahan baku buah pisang jenis khusus. Pisang raja nangka mentah yang mengandung zat bioaktif quercetrin dan isoquarcitrin.

 

Quercetin adalah flavon alami yang memiliki bioaktivitas yang cukup bervariasi. Quercetin diketahui sangat efisien untuk mengatasi radikal bebas dalam sistem seluler dan lebih aktif dibandingkan dengan antioksidan tradisional seperti vitamin C dan E.

 

Quercertin banyak terdapat dalam buah pisang rajah nangka, baik yang mentah maupun yang matang. Sedangkan isoquercitrin tersedia dalam jumlah yang cukup di dalam pisang raja nangka yang masih belum matang saja.

 

                                                                                                        Sumber : Enein A, et al. (2016)

 

 

Hasil Kajian

 

Berikut adalah hasil dari penelitian yang dilakukan oleh YS Min (2009) yang memperlihatkan daya kemampuan dari isoquercitrin yang dibandingkan dengan quercertin saja dan omeprazol dalam menghambat terjadinya ulkus, mengendalikan jumlah sekeresi asam lambung yang berlebihan, mengurangi ukuran lesi gastritis dan mengurangi terjadinya peroksidasi lipid pada percobaan terhadap tikus:

 

  1. Daya kemampuan untuk menurunkan indeks ulkus

 

 

Percobaan dilakukan dengan melakukan ligasi pada bagian pilorus lambung. ligasi pilorus adalah pengikatan pada ruang rongga pilorus, yaitu bagian bawah lambung yang berbatasan dengan duodenum. Dengan adanya ligasi pilorus maka akan menstimulasi peningkatan sekresi asam lambung bahkan menaik ke bagian esofagus sehingga menyebabkan terjadinya ulkus. Selama percobaan refluks esofagitis, enam jam setelah terjadinya ligasi pilorus, ulserasi parah diamati pada kerongkongan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok tikus yang mendapatkan asupan isoquercitrin dan omeprazole ternyata memiliki tingkat ulkus yang sangat rendah.Jadi berdasarkan penelitian tersebut, Isoquercitrin dan omeprazole, terbukti secara signifikan dapat menurunkan refluks esofagus pada kelompok perlakuan namun tergantung pada besarnya tingkat dosis yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa isoquercitrin dan omepraolze terbukti dapat menghambat terjadinya refluks esofagitis.

 

  1. Daya kemampuan untuk mengembalikan sekresi asam lambung menjadi normal

 

 

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan oleh YS Min (2009) pada kasus sekresi asam lambung yang di produksi secara berlebihan, dapat diketahui bahwa setelah diberikan asupan zat bioaktif isoquarcitrin, isoquarcitrin secara signifikan dapat mengurangi sekeresi asam lambung yang berlebihan sehingga kembali menjadi normal dibandingkan dengan omeprazol dan hanya quarcetin.

 

  1. Daya kemampuan untuk mengurangi terjadinya lesi pada ulkus gastritis

 

Beberapa hewan percobaan berupa tikus sengaja di buat mengalami ulserasi pada mukosa lambungnya, dengan cara memberikan indometasin (50 mg/kg). Setelah tikus-tikus tersebut mengalami ulserasi pada mukosa lambungnya kemudian tikus tersebut diberi asupan yang mengandung zat bioaktif isoquarcitrin, quercetin dan omeprazol. Area total ulkus ternyata berkurang secara signifikan setelah diberikan isoquercitrin.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isoquercitrin dapat menghambat pembentukan lesi lambung yang diinduksi oleh indometasin.

  

  1. Daya kemampuan untuk menghambat terjadinya peroksidasi lipid

 

 Peroksidasi lipid adalah rantai reaksi degradasi oksidatif lipid . Ini adalah proses di mana radikal bebas "mencuri" elektron dari lipid dalam membran sel , yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada sel. Malondialdehid (MDA) adalah produk akhir dari peroksidasi lipidPada kelompok kontrol, jumlah MDA  secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok perlakuan yang di beri asupan isoquercitrin, omeprazol dan quercetin.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Isoquercitrin secara signifikan dapat mengurangi pembentukan MDA sebanding dengan jumlah dosis yang diberikan.

 

 

 Kesimpulan

Isoquarcitrin terbukti memiliki kemampuan hebat untuk mengatasi ulkus gastritis dan GERD di bandingkan dengan hanya quarcetin dan omeprazol.

 

 

Referensi

Min, Young Sil et al. “The Inhibitory Effect of Quercetin-3-O-beta-D-Glucuronopyranoside on Gastritis and Reflux Esophagitis in Rats.” The Korean journal of physiology & pharmacology : official journal of the Korean Physiological Society and the Korean Society of Pharmacology vol. 13,4 (2009): 295-300. doi:10.4196/kjpp.2009.13.4.295

Aboul-Enein, A., Z. Salama, A. Gaafar, H. Aly, Faten A bou-Elella and Habib Ahmed. “Identification of phenolic compounds from banana peel (Musa paradaisica L.) as antioxidant and antimicrobial agents.” Journal of chemical and pharmaceutical research 8 (2016): n. pag.