Sel sebagai bagian terkecil penyusun tubuh manusia mempunyai 2 aktivitas utama, yaitu:

  1. Aktivitas kehidupan

Setiap sel manusia mempunyai aktivitas kehidupan seperti memerlukan makanan, dapat tumbuh dan berkembang, dapat memperbanyak diri (mitosis) dan hidup berdampingan dengan sel lainnya. Dalam aktivitas tersebut sel diberi kemampuan untuk menjalankan aktivitas biokimia (anabolisme dan katabolisme). Hal inilah yang menjadi perbedaan sel dengan mesin, yaitu di dalam mesin hanya terjadi proses katabolisme dan tidak terjadi proses anabolisme. Contoh anabolisme dalam sel misalnya ketika tubuh kekurangan glukosa, maka akan terjadi proses glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari selain karbohidrat).

Dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, sel memiliki kemampuan dalam membangkitkan energi (ATP) dan pembentukan cadangan energi dari nutrisi. Sel akan menerima nutrisi dari makanan dan memetabolismenya dalam proses pembakaran di mitokondria. Nutrisi ini sebagian akan dijadikan energi dan digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, sedangkan sebagiannya lagi akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak di jaringan adiposa.

  1. Aktivitas managerial

Sel sebagai individu terkecil dari tubuh manusia memiliki banyak organ, yaitu diantaranya nukleus (inti sel), ribosom, mitokondria, sitoplasma, retikulum endoplasma dan lainnya. Di dalam nukleus terdapat DNA, dimana DNA berperan sebagai pengendali berbagai aktivitas kehidupan sel, termasuk memerintah dan mengendalikan berbagai organel sel. DNA sel dapat melakukan transkripsi DNA, termasuk pembentukan hormon dan enzim.

DNA berperan sebagai pemerintahan dan pengatur komunikasi antar sel. Dalam DNA terdapat dua aktivitas pemerintahan yaitu aktivitas legislatif (pengatur regulasi) dan eksekutif (pelaksana). DNA sebagai bahan genetis mengendalikan sifat individu melalui proses sintesis protein (ekspresi gen). Informasi dari DNA untuk sintesis protein dibawa oleh messenger-RNA (mRNA). Protein inilah yang akan membentuk enzim dan hormon yang berpengaruh besar terhadap banyak aktivitas biokimia dalam tubuh.