“…Alhamdulillah Akhirnya Sekarang Sudah Normal, Setelah Mengikuti Program PSDK Selama 3 Bulan, angka HbA1c Saya Turun dari 14.9 menjadi 4.6, Amazing..!”

Ungkapan rasa bahagia tersebut terpancar dari wajah  seorang  peserta Program PSDK yang baru sembuh dari penyakit diabetnya. Beliau adalah  Bapak Fatkurochman.  Bagaimana tidak bahagia, setelah bertahun-tahun beliau berjuang mencari kesembuhan penyakit diabetnya, namun hasilnya selalu nihil  sampai akhirnya  bertemu dan menjalani Program PSDK dan beliau pun bisa sembuh dalam 3 bulan.

Tahun 1990, Pak Fatkurochman di vonis mengalami prediabetes, dengan hasil pemeriksaan gula darah puasa sekitar 150 mg/dl. Tanpa beliau sadari, Prediabetes itu pun akhirnya berkembang menjadi diabetes setelah 27 tahun kemudian.  Yaitu tepatnya pada tahun 2017, saat beliau mengalami sakit gigi dan gusinya membengkak. Oleh dokter yang menangani, beliau dianjurkan untuk cek laboratorium. Setelah dilakukan pemeriksaan dan cek darah di laboratorium RSUD Sidoarjo, ternyata hasil gula darah puasanya  sudah mencapai 190 mg/dL dengan angka gula darah 2 Jam setelah makan mencapai 300 mg/dL. Beliau di vonis menderita diabetes.

Pak Fatkurochman kemudian menjalani terapi pengobatan secara medis. Secara rutin beliau mengkonsumsi obat-obatan seperti metformin sebanyak 2x sehari dan glibenclamide. Tetapi karena badannya menjadi sering gemetaran setelah mengkonsumsi glibencamide akhirnya beliau pun tidak lagi melanjutkan mengkonsumsi glibencamide dan menggantinya dengan glimepiride. Hari demi hari beliau jalani pengobatan tersebut namun ternyata tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Karena keinginan besar untuk sembuh, beliau pun mencoba berbagai alternatif metode pengobatan lainnya seperti pengobatan herbal yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit diabetes. Namun hasilnya masih belum juga memuaskan. Beliau masih tetap menderita penyakit diabetes. Berobat di klinik, minum ramuan herbal, sampai minum rebusan daun insulin sudah dilakukan tapi tetap tidak ada hasil yang menggembirakan.

“..Saya pernah 1 bulan lamanya tidak makan nasi sama sekali karena gula darah yang tinggi, meskipun masih mengonsumsi gorengan dan makanan lainnya...”

“…Akhirnya pada bulan desember saya berkunjung ke rumah teman saya dan dikenalkan dengan Pak Iwan Benny Purwowidodo founder dari Konsep Karnus, oleh Pak Iwan saya kemudian diajak untuk hadir di acara launching program PSDK yang akan diadakan di hotel Luminor. Saya pun menyanggupinya, saya bersedia untuk hadir dalam acara tersebut. Merasa penjelasan pak Iwan sangat ilmiah, saya memutuskan untuk bergabung dalam program PSDK yang di gagas oleh Pak Iwan tersebut. Karena keinginan besar untuk sembuh, saya pun berusaha untuk mengikuti program tersebut secara total. Mulai dari awal mengikuti program,  saya berusaha untuk disiplin dan teratur melakukan program diet, ber-olahraga, mengkonsumsi beberapa nutrisi yang dianjurkan di program tersebut, semuanya saya ikuti. Ada beberapa hal yang berkesan bagi saya saat menjalani program PSDK ini, yaitu Program PSDK ini dimonitoring oleh aplikasi KarnusBot1, yaitu aplikasi robot pendamping Sembuh diabetes yang dibuat oleh Konsep karnus, selain itu para peserta program juga dapat berkonsultasi dengan para dokter dari Karnus secara Free, di program PSDK itu juga saya dipertemukan dengan peserta lainnya dalam suatu wadah komunitas peserta Program PSDK, sehingga kami bisa saling berbagi cerita dan pengalaman saat menjalani program PSDK tersebut.."

"...Di dalam wadah komunitas itu saya bisa bertemu dengan teman-teman senasib yang menderita diabetes dan menambah tali silaturahmi. Bahkan Diet makan yang saya jalani pun ternyata sangat menyenangkan hati, sama sekali tidak menyiksa, jauh dari bayangan saya sebelumnya, yang membayangkan kalau diet itu identiknya dengan makan makanan yang tidak enak dan akan  tersiksa oleh rasa lapar karena makannya sangat dibatasi. Di program PSDK ini, ternyata tidak demikian, saya bebas untuk makan apa saja selama makanan tersebut adalah makanan sehat. Tentu saja selama jumlahnya tidak berlebihan. Bahkan saya dianjurkan untuk mengkonsumsi nasi, namun tentu saja bukan sembarang nasi melainkan nasi karnus yang sudah difortifikasi dengan berbagai nutrisi fungsional yang terbukti dapat membantu progres penyembuhan penyakit diabetes. Makanan yang dikonsumsi kebanyakan adalah makanan yang dikukus, seperti sayur kukus, telur rebus, dan lainnya..."

"..Setelah gula darah saya mulai stabil, barulah saya berani untuk mengkonsumsi sedikit makanan yang di goreng, seperti tempe goreng dan tahu goreng. Alhamdulillah setelah beberapa minggu menjalani program PSDK, gula darah saya berangsur-angsur turun menuju normal, bahkan saya pun memberanikan diri untuk tidak lagi mengkonsumsi obata-obatan, tapi tetap saja gula darah saya stabil normal…bahkan suatu hal yang menggembirakan saya adalah setelah 90 hari menjalani program, angka HbA1c saya menjadi normal. Saat awal program, angka HbA1c saya masih 14,9%  setelah 90 hari mengikuti program angka HbA1c saya turun menjadi 4,6%. Saya tahu bahwa indikator kesembuhan penyakit  diabetes itu bukan hanya gula darah yang normal namun yang paling utama sebanarnya adalah angka HbA1c. Angka HbA1c nya harus normal, yaitu tidak boleh melebihi angka 6,7%...” Kata Pak Fatkurocman yang antusias menceritakan pengalamannya saat mengikuti program PSDK.

Pak Fatkurochman adalah satu dari sekian banyak peserta program PSDK yang sukses. Beliau sembuh dari penyakit diabetes setelah menjalani program PSDK yang dicanangkan oleh Konsep Karnus. Bukan hanya angka HbA1c dan gula darahnya saja yang kembali menjadi normal namun juga parameter kesehatan lainnya juga ternyata ikut menjadi normal, seperti yang ditunjukan dalam grafik yang dibuat oleh KarnusBot1 seperti berikut ini:

Pak Fatkurochman dan banyak peserta lainnya telah merasakan manfaat dari program PSDK yang dicanangkan oleh Konsep Karnus. Dengan adanya program PSDK ini banyak penderita diabetes kembali memiliki harapan untuk sembuh dari penyakitnya. Beberapa keluhan yang Pak Fatkurachman alami sebelum menjalani program PSDK seperti merasakan  ngantuk sebelum makan dan sesudah makan , mudah lelah, malas kerja, malam hari BAK lebih dari 3x sehari, vitalitas menurun, mengalami  gangguan erectile disfungsi, dan urinnya berbuih pun berangsur-angsur mulai menghilang.

Sebenarnya Apakah Program PSDK itu ? Mengapa Program PSDK tersebut begitu fenomenal dan menjadi trending di kalangan masyarakat penderita Diabet? Silahkan baca artikel berikut ini


Baca Juga