Pada dasarnya setiap orang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan manusia ditandai ketika manusia memiliki ukuran, berat dan tinggi badan yang bertambah. Sedangkan perkembangan manusia ditandai dengan perubahan menuju kedewasaan seperti berubahnya emosi, kematangan fisik, cara berbicara dan kemampuan berpikir kritis. Pertumbuhan tinggi umumnya akan berhenti ketika seseorang telah mencapai usia tertentu, biasanya setelah selesai masa pubertas. Saat remaja laki-laki menginjak usia sekitar 20 tahun dan sekitar 19 tahun untuk perempuan, saat itulah pertumbuhan tulang sudah berhenti sehingga tidak lagi bertambah tinggi badannya.

Meskipun pertumbuhan tulang berhenti, namun tulang tetap melanjutkan proses perkembangannya dengan menjadi semakin padat. Kepadatan tulang berubah seiring berjalannya waktu. Sepanjang masa anak-anak, remaja hingga dewasa, tulang menyerap nutrisi dan mineral sehingga mendapatkan kekuatan. Namun tulang mungkin kehilangan kepadatannya saat seseorang terus menua. Kepadatan tulang yang menurun disebabkan oleh adanya proses degradasi matriks tulang, dan selanjutnya terjadi pembentukan sel tulang yang baru (formasi). Proses ini akan terus terjadi selama manusia hidup.

Apabila terjadi ketidakseimbangan antara aktivitas formasi dan degradasi, maka akan timbul masalah. Jika tulang mengalami deformasi yaitu perusakan matriks yang lebih besar dibandingkan formasi atau pembentukannya, maka akan terjadi osteoporosis, osteoastritis, saraf terjepit, patah tulang dan sebagainya. Demikian juga, jika formasi matriks tulang lebih tinggi daripada degradasinya pada orang yang sudah tidak ada pertumbuhan, maka akan menyebabkan terjadinya sel abnormal seperti kanker tulang dan sebagainya. Pada wanita, sel tulang mengalami degradasi lebih banyak terutama ketika sudah menopause, sebab produksi hormon estrogen berkurang drastis. Padahal salah satu fungsi hormon tersebut adalah memperlambat pengambilan kalsium di dalam tulang.

Oleh sebab itu, sel tulang harus memperoleh nutrisi yang cukup sebagai bahan baku untuk proses regenerasi sel yang baru. Sel tulang memang berhenti tumbuh, artinya tidak lagi terjadi penambahan tulang panjang yang menyebabkan penambahan tinggi badan, namun sel tulang tidak berhenti beregenerasi untuk menggenatikan sel tulang yang sudah mati.


Baca Juga