Saat mengalami masalah pada tulang dan persendian, secara alami kita akan membatasi pergerakan kita. Hal tersebut sangat wajar karena jika kita melakukan pergerakan tentunya akan timbul rasa saki ngilu yang membuat aktivitas menjadi tidak nyaman dan menyakitkan. Selain terganggu dengan rasa sakit, kita juga mungkin akan berfikir bahwa semakin banyak bergerak itu pastinya akan semakin membahayakan persendian kita yang sedang bermasalah tersebut. Namun apakah tindakan menghentikan aktivitas pergerakan tersebut adalah suatu tindakan yang benar?

Menurut beberapa pakar kesehatan, saat mengidap rasa nyeri pada persendian, justru sebaiknya kita jangan  berhenti dari melakukan aktivitas fisik, kita dianjurkan untuk tetap aktif bergerak ,namun tentu saja bukan aktivitas fisik yang terukur bukan suatu aktivitas yang berat atau berlebihan, mengapa demikian?

Ada dua alasan penting kenapa perlu mempertahankan pergerakan fisik, pertama karena apabila kita menghentikan aktivitas pergerakan fisik, maka tubuh menjadi kurang dalam memproduksi cairan synovial. Cairan synovial ini merupakan suatu cairan yang penting bagi tubuh terutama persendian. Cairan Synovial memiliki peran sebagai pelumas sendi alami yang mencegah ujung-ujung tulang saling bergesekan dan mengikis satu sama lain.

Alasan yang ke dua, apabila kita kurang bergerak tentunya akan membuat sirkulasi darah menjadi tidak lancar. Sehingga tulang sendi menjadi kurang  mendapatkan pasokan nutrisi yang dibutuhkan. Padahal pada saat persendian tulang sedang mengalami masalah seperti terjadi robek sendi atau pun luka pada otot sendi tentunya diperlukan nutrisi yang cukup untuk bisa melakukan regenerasi sel sendi atau tulang yang sedang mengalami kerusakan.

Cairan sinovial memiliki peran yang sangat vital karena selain untuk melubrikasi juga bertindak sebagai bantalan sendi. Dengan berkurangnya kadar cairan sinovial pada persendian akan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan sendi kita. Apabila kondisi sendi menjadi tidak baik karena kurangnya jumlah cairan sinovial, maka fleksibilitas seluruh gerakan tubuh bisa terganggu, bahkan bisa mengakibatkan kerusakan pada tulang rawan sendi.

Tulang sendi bisa kita ibaratkan sebagaimana engsel, yang berperan sebagai penghubung antara satu tulang dengan tulang yang lain sehingga memungkinkan tulang dapat digerakkan dengan fleksibel dan lentur. Namun apabila engselnya mengalami karat atau kurang pelumas, tentunya gerakan menjadi berat. Oleh karena itu diperlukan pelumas untuk membuat engsel tersebut tetap dapat bekerja baik dan optimal. Demikian juga dengan sendi kita. Agar gerak tubuh dapat fleksible, lentur dan nyaman diperlukan cairan sinovial dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu meskipun  sedang mengalami masalah pada persendian, sebaiknya kita tetap aktif melakukan pergerakan agar supaya cairan sinovial kita dapat tetap di produksi dalam jumlah yang cukup. Namun tentu saja tetap harus memperhatikan jangan sampai pergerakannya berlebihan dan berat.

Jumlah cairan synovial yang kurang akan menyebabkan tulang sendi menjadi kurang nyaman untuk digerakan. Akan timbul rasa sakit dan jaringan otot di sekitar sendi akan mudah mengalami robek sehingga akan terjadi inflamasi atau peradangan seperti pada penyakit osteoatritis. Osteoatritis merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan masalah kekurangan synovial. Lalu bagaimana caranya agar cairan synovial yang ada dalam tubuh tetap dapat tercukupi dengan baik ? silahkan pelajari lebih lanjut di konsep karnus.


Baca Juga