Abstrak
Gangrene diabetik adalah gangrene yang dijumpai sebagai komplikasi penyakit diabetes mellitus. Gangrene disebabkan oleh kematian jaringan tubuh tertentu karena pembuluh darah yang tersumbat sehingga jaringan tersebut tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Gangrene dapat terjadi pada setiap bagian tubuh, utamanya pada anggota gerak bagian bawah. Gejala umum yang terlihat diantaranya adalah perubahan warna kulit menjadi hitam, membengkaknya bagian tubuh yang terdampak, mati rasa dan luka yang nyeri serta berbau busuk. Apabila tidak ditangani segera, kematian jaringan bisa semakin menyebar, menyebabkan luka semakin meluas sampai pada akhirnya memerlukan tindakan amputasi. Penerapan Konsep Karnus bertujuan untuk mengatasi penyebaran luka dengan memperbaiki metabolisme tubuh yang menjadi akar masalah diabetes.
Data klinis berikut merupakan data penderita diabetes yang disertai luka kaki dan kulit kaki yang menghitam. Penerapan Konsep Karnus selama 3 bulan membuat luka menjadi lebih cepat kering dan kulit kaki tidak lagi menghitam, menurunkan gula darah sewaktu dari 202 mg/dL menjadi 146 mg/dL, HbA1c turun dari 9,7% menjadi 6,4%, tekanan darah cenderung normal dari 168/116 mmHg menjadi 141/84 mmHg, keluhan kesehatan teratasi dan lepas dari konsumsi obat.
Kesimpulan dari data klinis ini adalah penerapan Konsep Karnus selama 3 bulan telah berhasil mempercepat penyembuhan luka diabetes dan menormalkan seluruh parameter kesehatan pasien, meskipun masih memerlukan waktu untuk mencapai hasil yang optimal. Pasien disarankan untuk tetap melanjutkan penerapan Konsep Karnus agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Konsep Karnus berhasil memberikan bukti, bukan hanya tetsimoni.
Download Data Kesembuhan:
Laporan Penelitian: Penyembuhan Diabetes Disertai Gangrene Kaki dengan Konsep Karnus dalam 3 Bulan
Abstract
Diabetic gangrene is gangrene found as a complication of diabetes mellitus. Gangrene is caused by the death of certain body tissues due to blocked blood vessels, so that these tissues do not get enough nutrition. Gangrene can occur in any part of the body, especially the lower limbs. Common visible symptoms include discoloration of the skin to black, swelling of the affected body part, numbness and sores that are painful and smell bad. If it is not treated immediately, tissue death can spread even more, causing the wound to expand even more until it eventually requires amputation. The application of Konsep Karnus aims to overcome the spread of wounds by improving the body's metabolism which is the root problem of diabetes.
The following clinical data is data on diabetics accompanied by leg sores and blackened leg skin. Applying Konsep Karnus for 3 months made wounds dry faster and the skin on the feet no longer turned black, lowered blood sugar temporarily from 202 mg/dL to 146 mg/dL, HbA1c fell from 9.7% to 6.4%, blood pressure tended to be normal from 168/116 mmHg to 141/84 mmHg, health complaints were resolved and people were free from drug consumption.
The conclusion from this clinical data is that the application of Konsep Karnus for 3 months has succeeded in accelerating diabetes wound healing and normalizing all patient health parameters, although it still takes time to achieve optimal results. Patients are advised to continue applying Konsep karnus in order to get even better results. Konsep Karnus succeeded in providing evidence, not just testimony.
Download Recovery Data:
Case Report: Treatment of Diabetes Accompanied by Foot Gangrene with Konsep Karnus in 3 Months



.jpg)