STRATEGI MENGHADAPI MUTASI COVID-19 DENGAN KONSEP KARNUS

STRATEGI MENGHADAPI MUTASI COVID-19 DENGAN KONSEP KARNUS

Awal tahun 2020 adalah tahun munculnya pandemi COVID-19. Wabah ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan Cina, kemudian menyebar dengan cepat ke lebih 121 negara di dunia termasuk Indonesia.  Pandemi COVID-19 ini terkesan sangat menakutkan bagi hampir semua kalangan masyarakat. Wajar memang menakutkan, karena wabah ini telah menyebabkan banyak kematian di dunia, padahal obat untuk mengatasi penyakit tersebut sampai saat ini masih belum dtemukan.

 

Celakanya lagi virus covid-19 ini ternyata sangat mudah mengalami mutasi. Sehingga para pakar kesehatan di seluruh dunia pun mengalami kesulitan untuk mengatasi problematika penyebaran infeksi COVID-19 tersebut. Banyak media berita yang memberitakan tentang kondisi  rumah sakit yang sudah penuh karena adanya lonjakan tinggi dari pasien yang telah terinfeksi oleh COVID-19.

 

COVID-19 termasuk jenis virus RNA, sehingga bisa dikategorikan sebagai virus yang ganas & mudah mengalami mutasi.

 

Untuk bisa masuk dan menginfeksi sel target yang ada di dalam tubuh, virus corona masuk melalui suatu reseptor yang bernama angiotensin. Angiotensin ini banyak sekali terdapat  pada sel organ paru-paru.

 

Virus akan menempel di permukaan sel target (misal sel yang terdapat pada organ paru-paru) dengan cara menempelkan dirinya melalui alat yang bernama tentakel spike kepada permukaan sel target. Setelah melisis atau merusak dinding sel target, virus itu un akhirnya akan masuk ke dalam sel itu. Apabila virus corona tersebut sudah sukses dapat masuk ke dalam sel target, melalui reseptor angiotensin tadi, selanjutnya virus tersebut akan bereplika untuk memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan pada sel organ yang di infeksinya tersebut. Virus-virus yang sudah mengalami perbanyakan diri selanjutnya akan keluar dari sel inang dan akan mulai menginfeksi sel-sel lainnya yang belum terinfeksi. Sehingga akan menyebabkan kerusakan parah pada organ yang selnya telah terinfeksi tersebut. Karena umumnya organ yang diinfeksi adalah organ paru, maka virus tersebut akan menyebabkan terjadinya gagal pernafasan.

 

Untuk mengatasi infeksi tersebut, sebenarnya tubuh sudah memiliki suatu skema pertahanan diri, yaitu dengan sistem imun. Sistem imun akan mengeluarkan suatu hormon penanda bernama sitokin untuk menandai virus covid-19 yang masuk ke dalam tubuh dan sel yang sudah terinfeksi oleh virus covid-19 tadi. Virus covid-19 dan sel yang sudah terinfeksi yang sudah ditandai oleh sitokin itu pun akan dihancurkan oleh sel T, sel B maupun makrofag yang merupakan bagian dari sistem imun. Masalahnya adalah karena virus  covid-19 tersebut mudah bermutasi dan tubuh juga sudah mengalami kerusakan yang parah, maka sitokin penanda tadi bisa juga mengalami kesalahan. Menyebabkan sitokin itu juga akan menandai sel-sel organ yang masih sehat, sehingga akan menyebabkan terjadinya badai sitokin. Sel-sel yang  masih sehat itu pun  akan ikut dirusak oleh sistem imun tubuh, sehingga akan menambah kerusakan parah pada organ yang sudah terinfeksi oleh virus covid-19 dan bisa menyebabkan kematian yang tragis.

 

Penjelasan lebih lengkap tentang mekanisme serangan infeksi virus covid-19 ke dalam tubuh, bagaimana virus covid-19 ini bermutasi serta upaya apa yang dapat kita lakukan untuk menghadapi serangan dan mutasi virus covid-19, selengkapnya dapat di lihat di video berikut ini: