Alergi adalah kondisi penolakan tubuh terhadap zat yang dianggap kontaminan (asing), meskipun zat tersebut diperlukan tubuh dan tidak menjadi masalah (tidak ditolak tubuh) pada orang normal. Kasus alergi adalah kondisi ketidak normalan, sebagai gambaran seseorang makan udang (sea food ) meskipun kandungan udang adalah berisi kolesterol dan protein yang diperlukan tubuh, namun pada orang yang mengalami gangguan alergi kandungan udang dianggap zat asing dan ditolak tubuh, akibatnya setelah makan udang keluar gejala gatal-gatal dan bentol-bentol bahkan bisa mengalami sesak nafas. Di sisi lain orang yang kondisinya normal, tidak alergi meskipun makan udang beberapa ekor kondisi badannya adalah baik-baik saja, tidak muncul gatal-gatal, bentol-bentol dan lain lain.  

Mekanisme terjadinya alergi adalah karena tubuh mengeluarkan hormon histamin yang berlebihan akibat pengaruh induksi dari Immunoglobulin E yang berlebihan, lalu hormon histamin ini menyebabkan berbagai reaksi inflamasi dengan cara merangsang adrenal kortex di ginjal.  

Mengapa Immunoglobulin E-nya  tidak normal/tidak cerdas? Immunoglobulin adalah antibody untuk melawan zat asing yang dianggapnya musuh, Immunoglobulin terbuat dari protein yang disintesa di ribosom pada sel yang melalui jalur mRNA, tRNA dst. Di duga proses pembentukan mRNA, tRNAnya terganggu oleh inisiator, jadi kasus alergi adalah kondisi sel abnormal yang terjadi pada sel organ yang bertugas mensintesa Immunoglobulin E.

Dalam Konsep Karnus, untuk mencegah dan mengobati sel abnormal maka diperlukan berbagai tindakan  menangkap/menghilangkan inisiator-inisiatornya berupa : Radikal bebas, peroksida, racun dan logam dengan zat antioksidan dan zat yang mengandung ikatan kompleks.

Penerapan  Konsep karnus berupa  : pemberian AG sereal, diet tinggi lemak, makan dengan beras karnus dan pemberian Algatea rutin setiap hari selama 3-6 bulan akan memberikan dampak pembentukan Immunoglobulin E yang cerdas dan resiko alergi yang minimal. (By Sapto Martanto)


Baca Juga