Sejak kami mengadakan Kuliah Karnus dari angkatan 1 ampai dengan 8, banyak kami temukan kebingungan di kalangan para praktisi pengobatan, baik itu dokter, perawat ataupun terapis yang menganggap sama antara Kolesterol dan Trigliserid.

Mungkin itu di anggap sepele tapi ternyata pemahaman yang keliru tersebut bisa b erdampak serius bagi nasib pasien yang ditanganinya, karena dengan menganggap sama antara Kolesterol dan Trigliserid maka akan melahirkan berbagai pemahaman atau skema pengobatan yang tidak tepat dan bisa berakibat pada keparahan pasien. Belum lagi pemahaman tentang "Gula itu jahat", sehingga melahirkan berbagai skema pengobatan dan gaya hidup yang memusuhi gula, padahal skema yang mereka buat akan melahirkan pemaksaan terhadap kerja di liver dan lbisa menyebabkan terjadinya ketoasidosis. Dan yang lebih parah lagi adalah, begitu terjadi Ketoasidosis itu bisa mengakibatkan pH darah menjadi asam. Dari kekeliruan tersebut maka lahirlah skema penetralan keasaman darah dengan air alkali. Padahal, itu semua, apabila dilakukan akan menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi liver, ginjal sampai mengecilnya organ otak. Kemudian ada juga orang yang menjual produk madu yang diklaim sebagai madu antidiabet. Bahkan mereka juga menunjukan bukti kalau minum madu tersebut, gula darah tidak akan mengalami kenaikan....!!

Ternyata, komposisi madu yang mereka tawarkan tersebut mayoritas terbuat dari Fruktose yang di tambahkan suatu bahan herbal yang dapat menekan organ liver melakukan glukoneogenesis. Kalau bahan baku madu nya terbuat dari fruktose, meskipun di konsumsi sebanyak 1 galon sekalipun pastinya gula darah tidak akan menjadi naik.

Mengapa?

Karena alat untuk mengecek gula darah itu hanya mampu untuk mendeteksi Glukosa saja, alat cek darah tersebut tidak bisa untuk mengenali Fructosa, maka pasti nilai kadar gula darah yang terlihat akan sangat rendah.

Namun, pernahkah kita berfikir apa yang akan dilakukan oleh tubuh kita, pada saat kita merubah asupan gula glukosa menjadi fruktosa?

Yang akan terjadi adalah organ liver akan  dipaksa kerja sangat keras untuk mengubah fruktosa tersebut menjadi asam lemak kemudian asam lemak tersebut juga akan di rubah lagi menjadi keton untuk memberi makan sel sel yang ada di dalam tubuh kita.

Disisi lain, sel liver tidak akan bisa menggunakan keton tersebut sebagai energi, akibatnya sel sel liver tersebut akan kerja keras atau kerja rodi sehingga lama-kelamaan akan terjadi kerusakan yang rogresive..

Yang di maksud dengan "menganggap sama antara trigliserid dengan kolesterol" maksudnya adalah:
1. Tidak bisa membedakan alur metabolisme antara trigliseride dan kolesterol, keduanya dianggap dimetabolisme dengan jalan yang sama
2. Sebagian menganggap bahwa trigliserid adalah kolesterol dan demikian juga sebaliknya.

Pemahaman yang kurang tepat tersebut, akan melahirkan suatu pemahaman baru yang keliru, yaitu:

1. Lahir pemahaman Kolesterol jahat dan baik.
Kolesterol baik adalah HDL dan ada yg jahat adalah LDL. Dari pemahaman ini, akan lahir berbagai anjuran yangg mengklasifikasi makanan penghasil HDL dan Penghasil LDL. Padahal, tidak ada makanan penghasil HDL dan LDL, kedua kolesterol tersebut itu dibuat oleh organ liver. Makanan yang di stigma penghasil LDL akan dijauhi, saking latahnya, kacang kacangan juga akan dinilai sebagai sumber kolesterol jahat, padahal kacang kacangan tidak mengandung kolesterol. Kemudian, akan lahir juga suatu propaganda minyak nabati non kolesterol, sehingga mulai banyak masyarakat yang berfikir bahwa dengan minum minyak nabati tersebut akan membersihkan kolesterol sehingga pembuluh darah bisa bersih dari plak. Saat ini kita banyak menjumpai produk minyak VCO, minyak Zaitun, minyak ikan dan minyak-minyak lainnya yang dianggap berkhasiat untuk membersihkan plak, padahal plak tersebit sejatinya adalah bukan disebabkan oleh kolesterol, tapi itu berasal dari tumpukan trigliserid yang telah teroksidasi sehingga ditelan oleh makrofag.

2. Lahir pemahaman minyak jenuh dan tidak jenuh
Minyak jenuh dinisbatkan akan menyebabkan naiknya kolesterol yang menyebabkan plak, padahal tidak ada hubungannya antara kejenuhan minyak dengan tingginya kolesterol. Hal ini mengakibatkan masyarakat diarahkan untuk mengganti minyaknya dengan minyak tidak jenuh, padahal resiko terjadinya oksidasi parsial dalam darah akan semakin besar apabila jenis minyak yang kita gunakan adalah minyak tidak jenuh, apalagi kalau kondisi tubuhnya tidak mampu menghasilkan enzyme lipase, maka akan menyebabkan terjadinya oksidasi yang semakin cepat dan massive sehingga plak tersebut akan melonjak semakin banyak.

3. Lahir skema pengkebirian fungsi liver dalam sintesa VLDL
Skema ini fokus menurunkan trigliserid dan kolesterol dalam darah dengan memerintahkan liver untuk STOP produksi VLDL. Apabila langkah ini dilakukan dalam jangka panjang, maka:
- Lemak & kolesterol akan menumpuk dalam liver
- produksi hormon steroid terhambat bahkan berhenti. Kalau ini terjadi maka akan terjadi gangguan pada fungsi seksual, gangguan ginjal dan komunikasi sistem jantung (adreno korteks dan gonad tidak bisa mensintesis hormon steroid karena tidak ada kolesterol sebagai bahan baku)
- biasanya akan disarankan diet rendah garam, karena sudah terjadi hipertensi. Hal ini akan mengakibatkan ketidak seimbangan kinerja di sistem syaraf yang menggunakan ion Na, Ca, H, Mg.  Hal tersebut bisa berakibat pada gangguan di syaraf, seperti kram, kesemutan, mati rasa, neuropati dan lain-lain.

Masih banyak lagi pemahaman-pemahaman baru yang keliru di masyarakat akibat ketidak pahaman dalam mengenali dan memahami skema metabolisme dari trigliserid dan kolesterol ini yang sebenarnya. Saya tambahkan efek dari Pengkebirian fungsi liver dalam sintesa VLDL

- Pemberian obat anti kolesterol dan TG seperti grupnya statin, maka akan berdampak pada terhambatnya produksi HDL dan APOa1

Masih ingat apa fungsi dari  APOa1 itu ?? Bayangkan apa yg terjadi pada pasien ini?

Belum lagi dia diberi obat anti Glukoneogenesis spt met*o*m*n pada pasien diabetes?  Apa yang akan terjadi pada sel otak dan kondisi keasaman darahnya?

Belum lagi mereka memilih meninggalkan glukosa, karena mereka berpendapat bahwa kalau glukosa ini bertemu kolesterol atau minyak akan menjadi jahat. Maka beban liver akan makin berat dan makin bingung.

(Sumber: Orasi dari Iwan Benny P. / Founder Konsep Karnus)


Baca Juga