Mohon info pak Iwan. Saya sebulan yang lalu ada keluhan telinga grebek – grebek tidak nyaman. Dari spesialis THT, didagnosa sakit lambung. Padahal saya tidak merasa sakit lambung dan saya hampir rutin minum AG sereal dan ALGATEA. Kemudian saya belajar dan cari info masalah lambung. Ternyata yang saya pahami, kondisi stres mengakibatkan suasana lambung menjadi basa, dan katup esophagus akan terbuka. Kemudian terjadi dyspepsia, udara asam lambung naik sehingga bisa masuk lubang dalam telinga.
Jadi kesimpulan saya, asam lambung bisa berubah basa jika stres. Makanya stres bisa menyebabkan Dispepsia hingga Gerd. Jika suasana lambung basa, maka protein tidak bisa dicerna sehingga tidak tebentuk hormone. Akhirnya terjdi gula meningkat, kolesterol meningkat. Akhirnya saya berpikir, selama lambung tidak ada Iritasi, Cuka Apel perlu diminum. Karena manusia tiap hari ada stres dengan dosis 1 sdm dicampur dengan air 1 gelas.
Demikian sekedar sharing ,mungkin perlu dilengkapi oleh pak Iwan.
Jawaban:
Baik Dok, kita coba hubungkan antara stress dengan asam lambung dan katub sprincter lambung.
- Stress
Pada saat stress, maka hormon "fight" akan mendominasi, antara lain cortisol dan kawan- kawan. Pada kondisi ini, pembuluh darah akan menyempit untuk meningkatkan tekanan osmotik dan difusi yang akan berdampak pada kecepatan transfer nutrisi ke sel. Pada situasi ini, lambung juga mengalami hal serupa, namun mempunyai dampak yang berbeda.
Ketika kita stress, terjadi penurunan aliran darah ke lambung sehingga terjadi penurunan laju perbaikan dinding lambung dan terjadi atropy mukosa lambung. Di dalam mukosa lambung terdapat senyawa karbonat yg fungsinya utk melindungi dinding lambung dari keganasan asam lambung. Nah, atropy mukosa lambung inilah yang mengakibatkan terjadinya reaksi penetralan antara asam lambung dengan ion bikarbonat yang menghasilkan gas CO2. Gas CO2 inilah yang mendorong makanan dan uap asam menuju katub sprincter lambung yg belum menutup sempurna itu. Penutupan katub lambung juga dipengaruhi pH lambung, dimana dalam kejadian ini pH lambung agak naik akibat bereaksi dg mukosa lambung.
Solusi dari kejadian ini adalah management stress. Kalau kita sering mengalami stres, bisa jadi akibat kita kekurangan sinar matahari. Bisa di coba utk berjemur Dok. Sedangkan pemakaian cuka apel boleh digunakan, namun hati – hati dengan resiko luka lambung, karena pada saat stress terjadi atropy mukosa lambung.
Bagaimana Stres Bisa Mempengaruhi Kondisi Lambung ?
Penelitian menemukan adanya hubungan antara sistem sadar pusat dengan sistem saraf enterik. Sistem saraf enterik memainkan peran penting dalam pengaturan fungsi fisiologis sistem pencernaan termasuk kemampuan sekresi enzim, motilitas dan sekresi berbagai neuropeptida dan hormon [1]. Secara garis besar, otak kita berkomunikasi dengan sistem saraf enterik melalui berbagai jenis koneksi parallel termasuk sistem saraf autonomus, hypothalamic pituitary-adrenal axis, dan berbagai jenis koneksi komunikasi lainnya. Koneksi ini kemudian disebut dengan ‘Brain-Gut-Axis’ [2][3]. Ketika terjadi stress, koneksi pada Brain-Gut-Axis ini terganggu sehingga semua fungsi fisologi menjadi kacau.
Kekacauan Brain-Gut-Axix berdampak pada hormon "fight" yang akan mendominasi. Pada kondisi ini, pembuluh darah akan menyempit untuk meningkatkan tekanan osmotik dan difusi yang akan berdampak pada kecepatan transfer nutrisi ke sel. Lambung juga mengalami hal serupa, namun mempunyai dampak yang berbeda.
Ketika kita stress, terjadi penurunan aliran darah ke lambung sehingga terjadi penurunan laju perbaikan dinding lambung dan terjadi atropy mukosa lambung. Di dalam mukosa lambung terdapat senyawa karbonat yang fungsinya untuk melindungi dinding lambung dari ‘keganasan’ asam lambung. Atropy mukosa lambung ini yang mengakibatkan terjadinya reaksi penetralan antara asam lambung dengan ion bikarbonat yg menghasilkan gas CO2. Gas CO2 yang terbentuk mendorong makanan dan uap asam menuju katup sprincter lambung yang belum menutup sempurna. Penutupan katup lambung juga dipengaruhi pH lambung, dimana dalam kejadian ini pH lambung naik akibat bereaksi dengan mukosa lambung.
Refrence
[1] Laranjeira C, Pachnis V. Enteric nervous system development: recent progress and future challenges. Auton Neurosci 2009; 151: 61-69.
[2] Konturek SJ, Konturek JW. Pawlik T, Brzozowski T. Braingut axis and its role in the control of food intake. J Physiol Pharmacol 2004; 55: 137-154.
[3] Mayer EA. Tilisch K. The brain-gut axis in abdominal pain syndromes. Annu Rev Med 2011; 62: 381-396.



