Artikel

Gastritis atau Penyakit Maagh, dianggap sepele namun bisa menyebabkan Kematian

    Dibaca 1087 kali Konsep Karnus Lambung Sakit lambung Diabetes Maag asam lambung GERD

Gastritis adalah peradangan pada lapisan mukosa dinding lambung yang di sebabkan karena terjadi iritasi oleh sekresi asam lambung yang keluar secara berlebihan atau karena adanya penipisan mukosa lambung yang disebabkan oleh infeksi dari helicobacter pyroli. Istilah Gastritis berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata “gaster” yang artinya lambung dan kata “itis” yang artinya radang atau inflamasi.

 

Gastritis oleh orang awan seringkali di sebut sebagai  penyakit maag. Yaitu saat dinding lambung mengalami iritasi ringan sampai sedang akibat terpapar langsung Asam lambung ( HCl ) sehingga mengakibatkan terjadinya peradangan.

 

 

Dalam level tingkatan penyakit gangguan lambung, gastritis sebenarnya termasuk dalam kategori tingkatan gangguan penyakit lambung yang paling ringan namun penderitanya terkadang merasakan sakit yang luar biasa. Dan apabila tidak ditangani secara benar bisa menyebabkan penyakit lainnya yang jauh lebih berbahaya.

 

Gejala Penyakit Gastristis (Maag)

Gejala umum yang biasanya dialami oleh seseorang yang mengalami gastritis diantaranya adalah perasaan tidak nyaman sampai merasakan nyeri pada saluran pencernaan terutama pencernaan bagian atas, merasa mual, ingin muntah, nyeri di bagian ulu hati, perut terasa kembung, sering bersendawa, cepat merasa kenyang (Begah), perut keroncongan dan sering buang angin.

 

Bahaya Meremehkan Sakit Maag (Gastristis)

Diperkirakan lebih dari separuh populasi dunia mengidap penyakit gastritis dengan level keparahan yang berbeda-beda. Bahkan kebanyakan orang justru meremehkannya, padahal penyakit gastritis ini dapat terus berkembang dan apabila tidak ditangani secara baik, gastritis bisa menyebabkan gangguan lambung yang lebih parah lagi yaitu terjadinya ulkus peptikum bahkan kanker lambung.

 

Diperkirakan ada jutaan kematian dini  terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia yang disebabkan oleh kanker lambung dan ulkus peptikum sebagai gejala sisa dari gastritis yang sudah bersifat kronis.

Gastritis bisa terjadi karena mukosa dinding lambung mengalami penipisan sehingga dinding lambung terkena langsung oleh cairan asam lambung. Menyebabkan timbulnya sensasi rasa terbakar, perih dan perasaan nyeri, akibat otot dinding lambung yang mengalami luka.

 

Penipisan Lapisan Mukosa Lambung

Penipisan mukosa lambung umumnya disebabkan oleh sejenis bakteri yang dapat hidup di lambung, yaitu Helicobacter Pylori. Bakteri ini awalnya hidup di bagian mukosa lambung dibagian atas (Korpus), yaitu bagian lambung yang tidak terlau tinggi angka pHnya, karena umumnya tidak terkena banyak langsung cairan asam langsung. Karena sebenarnya bakteri ini tidak tahan apabila terkena asam lambung secara langsung.

 

 

Helicobacter Pylori yang hidup di mukosa lambung, akan terus aktif dan menginfeksi mukosa lambung, menyebabkan terjadinya peradangan dan penipisan lapisan mukosa lambung. Apabila mukosa dinding lambung menjadi tipis menyebabkan asam lambung akan mengenai langsung otot dinding lambung. Hal tersebut  akan menyebabkan terjadinya luka atau ulkus di bagian dinding lambung. Apabila masalah tersebut tidak ditangani secara tuntas maka selanjutnya lambung akan melindungi dirinya supaya ulkusnya semakin tidak berkembang yaitu dengan cara mengurangi sekresi asam lambung. Masalahnya adalah apabila produksi asam lambung berkurang maka bisa menyebabkan  pH lambung akan menjadi netral. Apabila lambung dalam keadaan netral bisa menyebabkan terjadinya kegagalan proses pemecahan molekul makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh sel, penurunan penyerapan vitamin esensial, seperti vitamin B12, dan zat gizi mikro (seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan seng).  Helicobacter Pylori pun akan semakin berkembang dalam suasana keasaman lambung yang netral.

 

Pengaruh dari adanya Malabsorpsi dan defisiensi vitamin B12 yang bertahan lama dan permanen akan menyebabkan gangguan pada metabolisme metionin, homosistein atau folat, sehingga akan berpotensi munculnya kerusakan DNA epigenetik melalui penurunan fungsi siklus metilasi di epitelial yang akhirnya menyebabkan terjadinya potensi kanker lambung.

 

Efek Negatif dari Pemberian  Obat Penetral Asam Lambung

Pemberian obat-obatan penetral asam lambung atau penghambatan produksi asam lambung mungkin dalam jangka pendek bisa mengurangi gejala gangguan penyakit lambung. Namun secara jangka panjang justru bisa menyebabkan masalah yang lebih serius lagi. Helicobacteri Pylori akan semakin hidup dan berkembang sehingga menyebabkan munculnya penyakit lainnya yang jauh lebih berbahaya.

 

Mengobati Gastristis dengan Nutrisi Lambung

Untuk itu disarankan dalam terapi pengobatan lambung yang aman dan tuntas, hendaknya menggunakan terapi pengobatan tanpa menggunakan obat penetral asam lambung atau yang penghambat produksi asam lambung. Salah satunya adalah dengan menggunakan nutrisi untuk menjaga kesehatan lambung, diantaranya adalah dengan menggunakan Produk Alga Gold.

Alga Gold

Produk Alga Gold bekerja melalui perbaikan kerusakan dinding lambung dengan meregenerasi dinding sel lambung tanpa merekayasa sekresi asam lambung.

 

Alga Gold mengandung Komponen bioaktif leucocyanidin dan quercetin alami yang berasal dari Buah Pisang Mentah jenis tertentu, yang di proses dengan teknologi modern dan higienis. Komponen Leucocyanidin dan quercetin merupakan suatu scavenger radikal bebas yang sangat efisien dalam mereduksi sekresi histamin dari sel mast, sehingga efektif melindungi mukosa lambung dari segala gangguan seperti ulserogenesis. Komponen bioaktif leucocyanidin dan quercetin juga memiliki efek anti bakteri dan anti inflamasi. Berdasarkan hasil riset, kedua komponen ini telah terbukti mampu menyembuhkan radang lambung (gastritis) termasuk yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter Pylori.

 

Alga Gold, juga sangat kaya mengandung komponen fitokimia seperti tannin, terpenoid, saponin, alkaloid dan flavonoid. Berbagai komponen tersebut telah terbukti memiliki efek gastroprotektif (Pelindung Lambung) yang signifikan dan dapat membantu penyembuhan ulkus dengan mekanisme yang sama dengan prostaglandin. Flavonoid dikenal sebagai zat anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, antihiperglikemik, dan antiulserogenik. Alkaloid dilaporkan sebagai anti-diabetik, anti-inflamasi, dan antioksidan sedangkan saponin memiliki efek anti-diabetik.

 

Alga Gold juga sangat aman digunakan sebagai terapi pengobatan jangka panjang dan kaya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh.